Minggu, 16 Maret 2014

BUKU KE DUA KOE SEGERA TERBIT " ENERGI KEWIRAUSAHAAN" -THE POWER OF ISLAMIC ENTREPRENEURSHIP

CUPLIKAN DARI BUKU "ENERGI KEWIRAUSAHAAN" Ketertarikan para pencari kerja untuk menjadi PNS adalah karena penghasilan tetap yang didapatkan setiap bulan, jaminan pensiun pada hari tua dan fasilitas lainnya. Apabila mereka tidak menjadi PNS maka akan beralih melamar menjadi pegawai sebuah perusahaan. Profesi ini dianggap sebagai pekerjaan ideal yang bisa menjamin masa depan, mereka hanya bekerja sesuai dengan tuntutan perusahaan dan setiap bulan akan memperoleh penghasilan tetap sebagai gaji bulanan. Berdasarkan fakta tersebut maka tidak heran bilamana banyak sekali angkatan kerja yang tidak termotivasi terjun sebagai wirausaha, kalaulah ada masih sangat sedikit rasionya dibandingkan dengan rasio mereka yang berminat menjadi pegawai negeri atau karyawan. Akibatnya tingkat pengangguran dari waktu ke waktu tidak juga berkurang, bahkan sebaliknya terus mengalami peningkatan. Fakta banyaknya pengangguran di negeri ini memang tidak bisa disangsikan, namun ada fakta lain yang lebih memprihatinkan adalah bahwa sebagian dari para pengangguran tersebut adalah umat Islam. Apa hubungannya antara pengangguran dan keislaman? Jawabannya adalah bahwa Islam tidak menginginkan umatnya untuk tidak memiliki pekerjaan (baca: pengangguran). Islam sangat mendorong umatnya untuk bekerja dan berwirausaha, bahkan Islam memberikan perhatian dan dorongan yang sangat besar terhadap tumbuh kembangnya dunia wirausaha. Rasulullah SAW pernah didatangi oleh seorang laki-laki yang menanyakan usaha atau pekerjaan apakah yang paling baik, maka beliau bersabda: عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ Pekerjaan seseorang dengan tangannya dan setiap transaksi jual beli yang dibenarkan. HR. Ahmad. Jawaban rasulullah tersebut merupakan stimulus atau dorongan bagi seluruh umat Isam untuk bekerja dan berwirausaha. Pekerjaan dengan tangan bisa dipahami sebagai seorang wirausahawan yang memiliki keahlian untuk melakukan usaha yang bisa mendatangkan penghasilan. Selain itu jual beli menjadi pekerjaan berikutnya yang disukai oleh Nabi yang mulia. Proses jual beli sendiri akan terjadi pada dunia usaha yang memerlukan adanya barang produksi, harga dan penjual. Sehingga dapat simpulkan bahwa dalam hadits ini beliau sangat mendorong umat Islam untuk bisa berwirausaha. Rasulullah SAW pada kesempatan lainnya juga bersabda bahwa sesungguhnya Allah menyukai orang beriman yang profesional, dan orang yang menderita karena membiayai keluarganya tak ubahnya seperti pejuang di jalan Allah ‘azza wa jalla” (HR. Ali dalam Musnad Zaid bin Ali). Maksudnya adalah Allah ta’ala melalui lisan nabiNya menyukai seseorang yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Kedudukannya seperti seseorang yang berjihad di jalan Allah ta’ala. Ini menunjukan kemuliaan bekerja dan berwirausaha dalam Islam. Berdasarkan kedua hadits tersebut, maka sudah selayaknya sebagai seorang muslim untuk bekerja dan berwirausaha dengan seluruh potensi yang ada. Melakukan wirasuaha merupakan implementasi yang tepat dalam memahami kedua hadits tersebut, karena Rasulullah menginginkan agar umatnya bisa produktif dan membenci segala bentuk menyia-nyiakan waktu termasuk menganggur. Islam menganjurkan bagi seluruh umatnya untuk senantiasa bekerja dan berwirausaha. Hal ini telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan bagi seluruh umat Islam. Apabila kita memperhatikan sejarah kehidupan Rasulullah SAW, maka kita akan menemukan bahwa sejak usia 17 tahun beliau sudah mulai berwirausaha. Bahkan sejak usia 12 tahun beliau telah terbiasa menggembalakan ternak kaumnya dengan mendapatkan upah. Wirausaha yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW adalah dengan berdagang, motif awalnya adalah atas dorongan dari paman beliau Abu Thalib yang menganjurkan untuk berdagang sebagai upaya melepaskan beban keluarga. Dorongan ini kemudian menjadikan beliau menjadi seorang pedagang ulung yang memiliki integritas yang berbeda dengan para pedagang waktu itu. Sifat jujur dalam perdagangan inilah yang mengantarkan beliau terkenal di berbagai pertemuan-pertemuan bisnis pada waktu itu. Pengalaman Rasulullah SAW dalam berwirausaha tidak hanya pada negerinya saja, bahkan beliau telah menjelajahi pusat-pusat perdagangan internasional di seantero timur tengah. Beliau telah berdagang hingga ke negeri Syam di Syiria, kemudian ke wilayah Yaman sebagai pusat perdagangan juga ke pasar-pasar yang menjadi pertemuan para pedagang lainnya dari seluruh penjuru dunia. Aktivitas bisnis beliau berlangsung cukup lama hingga dipercaya oleh Khadijah sebagai duta dagangnya ke beberapa wilayah di Arabia. Keuntungan yang diperoleh oleh beliau dalam berdagang telah menghasilkan kekayaan yang sangat melimpah, hal ini terlihat ketika beliau akhirnya menikah dengan Khadijah dengan jumlah mahar (mas kawin) yang sangat menakjubkan. Kesuksesan perdagangan Nabi bukan diperoleh dengan mudah, pengalaman dagang beliau yang dimulai sejak berusia 12 tahun telah menjadikannya sebagai sosok pedagang ulung yang telah terbiasa pergi ke Syiria untuk melakukan perdagangan dengan ikut kafilah dagang pamamnya. Faktor lingkungan juga mempengaruhi jiwa wirausaha Nabi, karena beliau besar dengan pamannya yang juga seorang pedagang, maka beliau tumbuh sebagai wirausahawan yang mandiri. Selain itu jiwanya yang hanif telah menjadikan seluruh aktifitas perdagangannya selaras dengan nilai-nilai keislaman yang tidak mendzalimi orang lain. Ketika pamannya bangkrut dalam perdagangan, usia nabi Muhammad SAW telah menjelang dewasa. Maka, beliau sudah dapat berdiri sendiri dengan melakukan perdagangan di sekitar kota Makkah. Beliau melakukan perdagangan keliling dengan rajin dan penuh dedikatif pada usahanya. Kecerdasan, kejujuran (shidiq) dan kesetiaanya memegang janji (al-Amin) adalah dasar-dasar etika wirausaha yang sangat modern yang telah beliau praktekan di masanya. Berdasarkan sifat-sifat yang mulia tersebut maka berbagai pinjaman komersial (commercial loan) yang tersedia di kota Makkah dengan mudah beliau dapatkan. Beliau kemudian membuka peluang kemitraan dengan beberapa pemilik modal yang ada di kota ini. Salah seorang di antara pemilik modal tersebut adalah seorang janda kaya bernama Khadijah yang menawarkan suatu kemitraan berdasarkan sistem bagi hasil (profit sharing). Kecakapan Muhammad SAW sebagai wirausaha telah mendatangkan keuntungan yang cukup banyak, selain itu tidak satupun jenis bisnis yang ditanganinya mengalami kerugian. Hampir dua puluh tahun lamanya beliau berkiprah di bidang wirausaha dengan keuntungan yang luar biasa. Berdasarkan kilasan sejarah Nabi Muhammad SAW tersebut maka sudah semestinya bahwa nilai-nilai wirausaha yang merupakan bagian dari spirit nilai-nilai keislaman menjadi sesuatu yang dapat difahami dan digali terus menerus oleh segenap kaum muslimin. Lebih dari itu bisa dipraktekan oleh seluruh umat Islam sehingga akan tumbuh dan berkembang enerbi kewirausahaan di tengah-tengah kaum muslimin. Energy ini diharapkan mengobati umat Islam yang saat ini sedang mengalami keterpurukan dengan semakin bertambanhya jumlah pengangguran di kalangan kaum muslimin. Urgensi tentang pentingnya menggugah kembali entrepreneurship yang berakar pada nilai-nilai Islam akhir-akhir ini mendapatkan sorotan tajam baik dari kalangan praktisi maupun akademisi, dengan berbagai analisis. Etos kerja dan etos wirausaha untuk mencari dan mengusahakan rezeki yang halal dan bersih, harus ditumbuhkembangkan kembali di kalangan kaum Muslimin. Kaum Muslimin tidak boleh menggantungkan hidupnya pada umat dan bangsa lain apalagi menjadi seorang pengangguran. Umat Islam sudah sangat letih dihadapkan pada kesulitan ekonomi yang panjang, problem kemiskinan dan keterbelakangan akibat termarginalkan dalam ekonomi dan bisnis merupakan pengalaman pahit yang tidak boleh terulang kembali. Sekaranglah saatnya dikembangkan dan dibangun pengusaha-pengusaha muslim yang tangguh dalam jumlah besar. Tujuannya untuk mewujudkan pemerataan ekonomi yang dicita-citakan oleh umat Islam (pribumi) di negeri ini. Lebih dari itu, sekaranglah momentumnya membangun landasan yang kokoh, yakni memperbanyak pilar para pengusaha pribumi yang akan menyangga bangunan ekonomi bangsa. Jangan sampai ke depan bangsa ini khususnya umat Islam menjadi bangsa terjajah secara ekonomi di negeri sendiri. Jejak-rekam wirausaha dan keberhasilan para moslem entrepreneur di negeri ini sangatlah mengagumkan, hanya sayang sampai dengan saat ini belum menjadi sebuah motivasi bagi bangkitnya gerakan entrepreunership di kalangan ummat Islam. Secara historis dan antropologis, umat Islam Indonesia memiliki naluri bisnis yang luar biasa. Penelitian para ahli sejarah dan antropologi menunjukkan bahwa pada masa sebelum penjajahan, para santri memiliki semangat dan gairah yang besar untuk terjun dalam dunia bisnis, sebagaimana yang diajarkan para pedagang muslim yang menyebarkan agama Islam di negeri ini. Hal ini mudah dipahami karena Islam memiliki tradisi bisnis yang tinggi dan menempatkan pedagang yang jujur pada posisi terhormat bersama Nabi, syuhada dan orang-orang shalih. Islam sangat mendorong jiwa entrepreurship (kewirausahaan) bagi seluruh umatnya. Karena itu, para santri adalah pioner kewirausahaan di kalangan pribumi sehingga mereka selalu diidentikkan dengan kelas pedagang (orang pasar). Faktanya di masa lalu daerah-daerah santri selalu menjadi konsentrasi perdagangan dan industri, seperti Bukit Tinggi, Aceh Pidie, Pekajangan, Laweyan, Bekonang dengan batik dan tenunnya dan di tempat-tempat lainnya. Masyarakat santri di inclave ini dikenal luas sebagai memiliki gairah ekonomi dan etos entrepreneurship yang tinggi. Para santri pada masa lampau adalah para pedagang dan menjadi kelompok borjuis, yang kadang selalu menyebut priyayi secara pejoratif sebagai tidak sembahyang dan tidak punya uang. Secara sosiologis-antropologis, pengusaha santri (muslim) adalah mereka yang dipengaruhi oleh etos kerja Islam yang hidup di lingkungan di mana mereka bekerja. Sejarah emas para pengusaha muslim di Indonesia seharusnya menjadi inspirasi bagi seluruh umat Islam untuk mampu bangkit dan kembali membangun jiwa-jiwa wirausaha yang mampu mengatasi problem ekonomi yang dihadapi oleh umat Islam. Tentu saja dibutuhkan strategi yang tepat agar jiwa wirausaha ini bisa kembali mewarnai umat Islam. Sehingga kejayaan dan kemuliaan Islam akan kembali bersinar di persada Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya. Berwirausaha adalah pekerjaan terhormat dalam Islam, bahkan ia menjadi peninggalan para nabi, orang-orang shaleh, para pendakwah Islam. Maka tidak ada alasan bagi umat Islam untuk tidak berwirausaha, energy kewirausahaan telah dinyalakan oleh Rasulullah yang mulai dan diteruskan oleh para pengikutnya hingga mereka tiba di negeri ini. Energy ini akan terus diwariskan dan saat ini anda telah memiliki energy itu, maka nyalakan energy kewirausahaan anda sekarang juga!

Rabu, 26 Februari 2014

SERIAL MANAJEMEN SDM SYARIAH SIAPA SDM TERBAIK DI MUKA BUMI SEPANJANG PERADABAN MANUSIA? Merujuk sesuatu yang dapat dijadikan model pastinya akan merujuk kepada sesuatu yang terbaik dan sudah terbukti, bukan hanya sisi konseptualnya tetapi juga aplikasinya. Oleh karena itu ketika berbicara tentang kualitas sumberdaya manusia yang mana - yang dapat dijadikan rujukan , pastinya akan mengacu kepada sesuatu yang terbaik, itulah metode “benchmarking” dalam konteks manajemen masa kini. Sejarah peradaban manusia telah mengakui bahwa ketika berbicara tentang kualitas manusia terbaik, maka kita akan merujuk kepada suatu era dimana disitu berkumpul manusia-manusia terbaik sebagai buah dari proses pendidikan,pembinaan dan pelatihan dari Insan yang terbaik yakni Rasulullah SAW, dan hasil dari proses tersebut adalah 3 (tiga) yakni generasi pada era Rasulullah SAW dan 2 (dua) generasi sesudah beliau. Hal ini dapat kita ketahui melalui hadist dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhuma, bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: خَيْرَ أُمَّتِـي قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ Sebaik-baik umatku adalah pada masaku. Kemudian orang-orang yang setelah mereka (generasi berikutnya), lalu orang-orang yang setelah mereka.” (Shahih Al-Bukhari, no. 3650) Tiga generasi sebagaimana tersebut diatas adalah merupakan generasi terbaik umat ini , dan pada tiga kurun ini dalam peradaban manusia dikenal merupakan kurun terbaik dari umat ini, yang tidak akan ada generasi berikutnya yang mampu menyamainya. Ciri terpenting dari generasi terbaik ini adalah , mereka telah mendapat keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mereka pun ridha kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah: 100). Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan kita untuk mengikuti generasi terbaik ini (para sahabat) . Untuk berjalan di atas jalan yang mereka tempuh. Berperilaku selaras apa yang telah mereka perbuat. Menapaki manhaj (cara pandang hidup) sesuai manhaj mereka. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ “Dan ikutilah jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku.” (Luqman: 15) Oleh karena itu, metode “benchmarking” dalam pengelolaan manajemen sumberdaya manusia syariah bukan sekedar sebuah pendekatan manajemen belaka, tetapi memiliki dimensi “ibadah” sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT dalam melaksanakan perintahnya sebagaimana tersebut diatas. Atas dasar fakta-fakta sejarah yang ada serta dalil-dalil yang shahih dari Allah SWT dan Rasululloh SAW, maka kemudian Imam Malik ra membuat sebuah rumusan gemilang yang itu menjadi dasar “benchmarking” bagi pengelolaan manajemen sumberdaya manusia syariah kini dan yang akan datang, adalah sbb : Imam Malik rahimahullah berkata, ” Tidak akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan apa yang membuat generasi awalnya menjadi baik “.(Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abdil Barr dalam at-Tamhid 15/292, tahqiq Usamah bin Ibrahim dan Ibnu al-Qayyim dalam Ighatsatul Lahfan min Mashayidhisy Syaithon 1/313, tahqiq Khalid ‘Abdul Lathif as-Sab’il ‘Alami. ) Sebuah ungkapan sarat makna, yang memberikan pembelajaran bagi siapapun yang ingin menuai kesuksesan,kegemilangan dalam urusan mencetak atau melahirkan kualitas sumberdaya manusia syariah yang terbaik. Maka baginya mestilah ber “kiblat” pada segala hal yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW, beserta generasi para sahabatnya di era generasi terbaik tadi. Dari rekaman sejarah Rasulullah SAW dalam rangka melahirkan generasi-generasi terbaik ummat ini, Aspek Tauhid menjadi perkara pertama dan utama yang ditanamkan dan yang diajarkan kepada sasaran, hal ini terekam dalam sebuah peristiwa sejarah Ketika Rasulullah SAW mengutus Mu'adz Ibn Jabal ke Yaman, Rasulullah berwasiat kepadanya:"Wahai Mu'adz, sesungguhnya kau akan mendatangi kaum Ahli Kitab, maka hendaklah perkara yang pertama kali kau serukan adalah beribadah kepada Alla (Tauhid). Bila mereka telah beriman, maka sampaikanlah bahwa Allah mewajibkan atas mereka shalat lima waktu sehari semalam.(HR.Bukhori No.1425). Menjadi terang benderang bagi siapapun yang berkiprah dalam kancah Ke-Islaman, termasuk ekonomi syariah dengan para praktisi didalamnya, bahwa pondasi bagi penumbuhkembangan sumberdaya manusia syariah adalah Tauhid yang pertama dan utama untuk diajarkan, untuk dijadikan kurikulum pendidikan maupun pelatihan dan pembinaan mereka

Selasa, 11 Februari 2014

"Fenomena SDM Syariah Kontemporer" cuplikan dari Buku Manajemen HRD Syariah oleh Agus Siswanto dkk

Perkembangan ekonomi Syariah yang semakin hari semakin tampak memunculkan fenomena baru khususnya pada sisi para praktisinya. Jika pada awal kemunculannya ekonomi Islam diusung oleh insan-insan yang konsisten dengan ajaran Islam, mereka mendasarkan aktifitas ekonominya karena ideologi yang muncul dari kekuatan iman maka fenomena terkini menunjukan adanya penurunan kualitas tersebut. Penurunan kualitas yang dimaksud adalah munculnya praktisi ekonomi syariah yang bukan berasal dari rahim lembaga pendidikan Islami atau bukan dari Islam itu sendiri. Hal ini menjadi sebuah konsekuensi ketika ekonomi Islam semakin berkembang dan menggiurkan bagi seluruh pelaku ekonomi maka siapa saja akan tertarik untuk mencicipi kelezatannya. Demikian juga orang-orang di luar Islam yang menginginkan mendapatkan “keberkahan” dari booming ekonomi Syariah ini. Jika penurunan kualitas adalah karena masuknya praktisi non-muslim yang terjun dalam ceruk bisnis ini tentu tidak menjadi masalah. Mudah-mudahan mereka akan tertarik tidak hanya kepada ekonomi syariah namun juga Islam sebagai agama yang komprehensif dan sempurna. Namun fenomena yang terjadi dan sangat memprihatinkan adalah para praktisi ekonomi syariah yang notabene adalah muslim namun mereka terjuan ke bisnis berbasis syariah ini hanya sekadar mencari keuntungan keduniaan yang terkadang tidak mempedulikan apa yang sebenarnya sedang mereka kerjakan. Fenomena para praktisi ekonomi syariah yang saat ini tampak seiring dengan perkembangan ekonomi syariah adalah munculnya para pelaku ekonomi ini yang bukan didasarkan kepada ideologi atau keimanan, namun hanya didasarkan pada kebutuhan akan pekerjaan, mendapatkan keuangan yang mapan atau hanya mengikuti trend pasar. Di antara fenomena yang merupakan penyimpangan yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi syariah adalah: 1. Lemahnya Tauhid. Tauhid adalah pondasi dasar keimanan seseorang, ia menjadi basis bagi pemahaman keagamaan bagi seluruh umat Islam. Tauhid yang dimaksud adalah keyakinan hanya Allah saja yang berhak untuk diibadahi, disembah, ditakuti, diharapkan dan segala hal harus dikembalikan kepada takdirNya. Seorang praktisi ekonomi syariah yang memahami tauhid dengan benar akan berusaha untuk semaksimal mungkin setiap aktifitas dan tindakannya adalah ditujukan hanya untuk Allah ta’ala saja, dalam bahasa lainnya yaitu “lillah”. Khususnya dalam masalah aktiftas pekerjaannya sebagai seorang praktisi ekonomi syariah, ia akan menyadari bahwa pekerjaannya bukan saja untuk memperoleh materi namun lebih dari itu adalah melaksanakan hukum-hukum Allah ta’ala dalam bentuk bisnis dan ekonomi. Seseorang yang memiliki tauhid yang kokoh akan percaya bahwa setiap tindakannya akan senantiasa diawasi oleh Allah ta’ala sehingga tidak ada waktu sedetikpun untuk berusaha melanggar syariah-Nya. Sebagai contoh seorang yang memiliki keyakinan tauhid yang kokoh tidak akan berani melakukan aktiftas ekonomi yang melanggar nilai-nilai syariah, demikian pula ia tidak akan mau mencampur adukan antara ekonomi ribawi dan ekonomi syariah. Ia tidak mau melakukan kegiatan yang memberikan mudharat kepada dirinya sendiri dan juga bagi orang lain. Intinya seorang praktisi yang bertauhid akan meyakini bahwa setiap tindakannya akan dimintai pertanggunganjawab di akhirat. Fenomena yang terjadi adalah bahwa para praktisi ekonomi syariah masih menganggap bahwa pekerjaannya walaupun di bidang ekonomi syariah tidak berkaitan langsung dengan tauhid, mereka menganggap bahwa kerja ya kerja dan agama ya agama. Tentu saja ini adalah pemikiran sekuler yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam yang komprehensif di mana Islam tidak membedakan apakah urusan bisnis dan agama. Solusi yang bisa dilakukan adalah mengadakan berbagai training keagamaan yang bisa meningkatkan keimanan dan ketauhidan para praktisi ekonomi syariah. Misalnya dengan kajian mingguan, atau tarbiyah yang berkesinambungan.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Buku ku HRD Syariah (Manajemen Sumberdaya Manusia Syariah)

Buku “SHARIA HRD” (Manajemen HRD Syariah Konsep dan Implementasi) merupakan hasil karya segenap Associate Partner pada BIG Consulting yang dengan pengalamannya di dunia manajemen sumberdaya manusia di perbagai lembaga syariah hampir lebih dari 15 tahun. Big Consulting adalah sebuah Lembaga Konsultan yang mengfokuskan diri pada upaya-upaya penumbuhkembangan SDM berbasis Syariah. Mengingat pertumbuhan bisnis syariah dan juga lembaga-lembaga keuangan syariah semakin hari semakin semarak, maka kebutuhan akan sumberdaya manusia yang amanah dan juga professional menjadi sebuah kebutuhan. Berkaca kepada keberhasilan dan kesuksesan “generasi awal Islam” yang membawa gerbang keemasan peradaban manusia yang tiada tandingannya dibawah bimbingan langsung Rasulullah Muhammad SAW beserta sahabat, tabiin dan tabiut tabiin, Islam telah mencapai puncak kejayaannya, yang mana unsur utama pembentuknya adalah karena adanya sumberdaya manusia yang dikelola berdasarkan tuntunan Al Quraan dan Sunnah yang shahih. Oleh karenanya, jikalau ummat Islam ingin mengulang “success story” generasi awal tadi maka referensi utama kita adalah mengacu kepada bagaimana Rasulullah SAW dan para sahabatnya mengelola sumberdaya manusia pada zamannya menjadi generasi Islam yang tangguh,amanah,professional. Big Consulting Insya Allah berikhtiar untuk dapat berkontribusi dalam tahapan-tahapan proses menuju idealita penumbuhkembangan sumberdaya manusia yang menjadi harapan bagi kesuksesan terhadap upaya-upaya penegakan syariah khususnya pada berbagai lembaga keuangan dan bisnis ummat ini. Untuk kepentingan hal tersebut diatas silahkan kontak kami : Big Consulting HRD Sharia Consulting Gedung Bakti Insan Lantai 2. Jl.KH.Sholeh Iskandar No. 1 (Simpang Yasmin) Bogor Telpon : 0251-753 1271, Fax : 0251: 753 1268 Hotline Services : 0852 100 56345

Senin, 25 Maret 2013

Kenali potensi genetic anda untuk meraih puncak prestasi

SUMBERDAYA MANUSIA ADALAH ASSET UTAMA PERUSAHAAN YA, SEMUA SEPAKAT DENGAN PERNYATAAN TERSEBUT , NAMUN APAKAH ANDA SUDAH MENGETAHU “PETA POTENSI YANG SESUNGGUHNYA ” DARI SEGENAP PEGAWAI ATAU KARYAWAN ANDA. ATAU.............................................................................................. 1. APAKAH ANDA SUDAH MENGENAL “JATI DIRI YANG SESUNGGUHNYA” DARI KARYAWAN ANDA 2. APAKAH DASAR KEPUTUSAN PERUSAHAAN TERHADAP KARYAWAN KETIKA MELAKUKAN PROMOSI, MUTASI ATAU ROTASI? DIDASARKAN KEPADA POTENSI/BAKAT/TALENTA ATAU HANYA BERDASARKAN PADA PENGAMATAN DAN EVALUASI SEKILAS? 3. APAKAH DASAR KEPUTUSAN PENEMPATAN KARYAWAN PADA SUATU JABATAN ATAU TUGAS TERTENTU DIPERUSAHAAN HANYA DIDASARKAN SEMATA –MATA PADA “CURICULUM VITAE” KARYAWAN YANG BERSANGKUTAN 4. APAKAH ANDA MENGETAHUI APAKAH KARYAWAN ANDA SUDAH MERASA COCOK/SESUAI /NYAMAN DENGAN TUGAS ATAU PEKERJAAN YANG DIBEBANKAN KEPADANYA. 5. APAKAH DASAR KEPUTUSAN ANDA KETIKA MEMBUAT “SEBUAH TEAM WORK” DI PERUSAHAAN? SEHINGGA DIHARAPKAN “TEAM WORK” TERSEBUT SOLID , EFEKTIF DAN PRODUKTIF? APABILA ANDA BELUM MENDAPATKAN JAWABAN-JAWABAN YANG MEMADAI. KINI STIFIn HADIR UNTUK MEMBANTU MENJAWAB PERTANYAAN PERTANYAAN TERSEBUT DI ATAS . Tes Stifin adalah teknik analisis mengidentifikasi pada pola-pola garis dalam sidik jari seseorang yang secara genetik permanen melekat pada seseorang. Setiap pola merupakan penanda akan adanya potensi kecerdasan tertentu yang bersifat bawaan. Tes STIFIn menukik memetakan sistem operasi otak. Inilah bakat asli... yang sesungguhnya. Sebagai cara mudah untuk sukses melalui pilihan profesi, karir, jalur penggemblengan lain, dan hubungan partnership di dalam kehidupan maupun kekaryaan seseorang MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA DI PERUSAHAAN ANDA AKAN EFEKTIF MANAKALA PERUSAHAAN MAMPU MENGENALI POTENSI ,BAKAT,JATIDIRI, TALENTA ASLI ,SEGENAP KARYAWANNYA DENGAN SEGALA KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA. Segera ketahui dengan TES SIDIK JARI STIFIn (Pertama di Indonesia) makin cepat tahu, maka lebih baik, Mengapa lebih cepat lebih baik ??? Ya, Agar tidak terjadi “KESALAHAN PERLAKUAN/TREATMENT” pada karyawan kita Ya, Agar Peruahaan tidak banyak menghambur hamburkan uang “ untuk sesuatu yang tidak jelas bagi karyawannya. Ya, Agar perusahaan tepat arah,tepat sasaran dalam “menginvestasikan” untuk keberhasilan dan kesuksesan karir dari segenap karyawannya. Lihat video liputan di SCTV : http://www.youtube.com/watch?v=377oMkSvvB0 Dengan investasi yang sangat terjangkau Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu) per orang (cukup dilakukan satu kali seumur hidup) , dengan kualitas hasil analisa yang akurat, Insya Allah ini adalah investasi yang sangat murah jika dibandingkan dengan nilai manfaatnya, termasuk apabila dibandingkan dengan produk sejenis ex luar negeri (yang berkisar rata rata kurang lebih Rp. 1.500.000,- per orang). Kami siap (sesuai permintaan) untuk melakukan tes ini di perusahaan anda, minimal peserta test 30 (tiga puluh orang) , untuk JABOTABEK bisa minimal 20 (dua puluh) orang FASILITAS : 1. SERTIFIKAT HASIL TEST 2. BUKU PENJELASAN STIFIN (Karya Bpk Farid Poniman/Penemu STIFIn) 3. Rekapitulasi hasil test untuk bagian HRD perusahaan 4. Konsultasi gratis kapan saja dan dimana saja (By sms,email,FB, BB) berkenaan dengan aplikasi Test STIFIn bagi program-program pengembangan sumberdaya manusia. Untuk konsultasi yang membutuhkan pertemuan langsung dengan pihak perusahaan dapat dilakukan gratis di Kantor STIFIn, apabila diundang dikantor perusahaan cukup mengganti biaya transportasi dan akomodasi pulang pergi HASIL TEST DAPAT DITUNGGU (tidak perlu menunggu sampai dengan satu pekan lamanya) PENDAFTARAN HUBUNGI BIG CONSULTING: • Kantor Telpon : 0251 – 753 1268 • Siswanto : 0852 100 56 345 Penjelasan lebih lanjut bisa melalui email ; agussis02@yahoo.com

Selasa, 27 November 2012

KIAT 1001 JALAN KESEMBUHAN Banyak cara mengobati penyakit untuk menuju kesembuhan. Allah pun telah menjamin bahwa setiap sakit pasti ada obatnya. Ini bisa, menjadi gambaran dan motivasi untuk mengobati sakit, baik ringan atau berat. Jadi Alah memotivasi kita untuk tak pernah menyerah dalam mencari kesembuhan. Yang harus dingat, setiap pengobatan yang kita usahakan harus tetap dalam koridor syar'i. MENGAPA BEROBAT ALTERNATIF? Dewasa ini banyak orang memakai pengobatan alternatif ketimbang cara medis. Bahkan beberapa waktu lalu pengobatan alternatif ini sempat naik daun. Ada yang sampai terkagum-kagum dengan khasiatnya, karena saat baru pertama kali mencoba langsung merasakan hasilnya. Namun di balik semua itu orang memilih untuk berobat alternatif karena memiliki beberapa alasan diantaranya adalah :  Back to nature : kembali ke alam Orang ingin kembali memakai segala sesuatu yang alami. Apalagi sebagian orang merasa jenuh dan bosan dengan mengkonsumsi bahan-bahan sintesis dan memakai bahan kimia berbahaya. Baik memakan / minuman ataupun obat  Memperkecil efek samping. Obat alternatif lebih kecil efek sampingnya di banding obat kimia.  Biaya lebih murah di banding berobat medis.  Mudah di dapat atau bisa di tanam sendiri misalnya untuk jamu (kunyit, temu giring dan sejenisnya bisa di tanam sendiri). Bisa juga membeli siap saji. MACAM-MACAM PENGOBATAN ALTERNATIF  JAMU Jamu di buat dari tumbuhan rempah-rempah yang bisa di dapat dengan mudah di sekitar rumah. Biasanya disajikan dengan cara dibuat minuman atau berwujud bubuk instan yang di haluskan dan siap saji. Jamu olahan bisa berwujud cair atau kering. Jamu yang dikeringkan bisa awet dalam jangka waktu lama. Obat tradisional ini juga bisa dihasilkan dari tanaman buah / bunga, baik itu digunakan untuk obat dalam / obat luar(luka / keseleo). Bisa dikonsumsi langsung atau juga ditumbuk dibuat minuman. Untuk obat luar biasanya dengan cara dioleskan dan diurut. Ada juga obat yang didapat dari binatang.  HERBA Saat ini obat-obatan herba banyak diminati. Selain sebagai perpaduan dari thibbun nabawi dan obat tradisional Indonesia, obat ini juga dilengkapi izin Depkes dan dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya. Keampuhan telah banyak dibuktikan. Untuk lebih memudahkan mengkonsumsinya, obat herba ini dikemas dalam bentuk kapsul, bubuk instan, ataupun cair. Pembuatan dari obat herba ini juga dipisah-pisahkan berdasarkan jenis-jenis penyakit dan cara penggunaannya untuk memudahkan konsumen. Harganya pun cukup terjangkau.  MADU Madu adalah sari bunga yang dihasilkan oleh lebah. Madu dapat dimanfaatkan sebagai obat alami yang memiliki berpuluh-puluh manfaat, untuk pengobatan ataupun menjaga stamia. Madu bisa diminum langsung maupun diencerkan dengan air (seperti sirup). Bisa juga dicampurkan dalam jamu atau makanan. Selain untuk obat dalam, madu bisa juga digunakan sebagai obat luar serta menjaga kesehatan dan kekencangan kulit. Selain jenis pengobatan diatas masih banyak lagi macam pengobatan tradisional lainnya, seperti menggunakan susu kuda liar, susu kambing, minyak zaitun, miyak kelapa (VCO) dan lain-lain.  BEKAM Bekam adalah suatu pengobatan yang telah ada pada masa Rasulullah SAW. saat ini bekam sangat populer dikalangan masyarakat Indonesia. Metode bekam tak ubahnya mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh yang dilakukan pada titik tertentu. Bekam terdiri atas 2 macam, yaitu bekam kering dan bekan basah, pada bekam kering tidak dilakukan penyayatan untuk mengeluarkan darah kotor.pada bekam basah, orang yang melakukan harus benar-benar mahir agar hasil yang dicapai maksimal, dan agar penyayatan tidak mengenai pembuluh darah / syaraf, serta setelah bekam luka kering, tidak membekas. Kadang sayatan diganti dengan menggunakan jarum khusus.saat dilakukan bekam basah, tekanan darah harus dalam kondisi stabil. Perlu diingat, semua alat yang digunakan untuk bekam harus dalam keadaan bersih dan steril.  TUSUK JARUM Tusuk jarum diperkirakan telah dikenal masyarakat Cina semenjak ratusan tahun silam. Tusuk jarum adalah suatu metode pengobatan dengan menginjeksi tubuh pada titik-titik syaraf tertentu. Tusuk jarum disebut juga akupuntur. Akupuntur kadang juga digabungkan dengan pengobatan medis.  PIJAT REFLEKSI Metode pengobatan ini juga dikenal luas di tengah masyarakat. Pijat refleksi biasanya memakai alat bantu berupa tongkat kecil / kayu yang digunakan untuk memijat titik-titik syaraf tertentu. Selain untuk mengendorkan syaraf juga untuk memperlancar peredaran darah. Bagian titik-titik syaraf tertentu yang diperkirakan mengalami gangguan, jika dipijat atau ditekan dengan ujung jari atau kayu pemijat akan terasa sakit. Namun jika tidak mengalami gangguan akan terasa biasa saja. Pijat refleksi bisa dilakukan sendiri. Jika kita tak tahu mana titik-titik syaraf yang harus dipijat, di toko-toko buku dapat kita jumpai dengan mudah. Buku petunjuk cara-cara pijat refleksi lengkap beserta gambar titik-titik syaraf untuk mempermudah pemijatan. Misalnya jika sakit kepala kita bisa memijat bagian sela jari antara ibu jari dan telunjuk, dan seterusnya. YANG IN BUKAN PENGOBATAN ALTERNATIF!!!! Pengobatan alternatif di atas hanyalah sebagian dari banyak jenis pengobatan. Namun tetaplah hati-hati memilihnya. Ada banyak jenis metode pengobatan ditawarkan dengan menjanjikan kesembuhan. Ada yang mengaku kyai dengan reputase penyembuhan ini dan itu, memakai rajah atau menggunakan media binatang untuk memindahkan penyakit, terkadang pula membekali pasien dengan benda-benda yang katanya "sudah diisi" sebagai penolak bala penyakit dan kesembuhan. Na'udzubillah. Sesungguhnya Allah meminta kita untuk berikhtiar dalam mencari kesembuhan, tapi tidak dengan cara-cara tercela, apalagi dengan cara-cara yang menjatuhkan kita dalam kesyirikan. Islam telah memberikan banyak pengobatan. Seperti thibbun nabawi dengan bekam, madu, minyak zaitun, dan lain-lain. Sekali lagi, semoga kita tidak terjebak dalam pengobatan tak syar'i, misalnya dengan mendatangi dukun dan sejenisnya. Dan ingat pula untuk selalu menjaga diri baik lahir maupun batin. (ummu deedat) * Sumber : Majalah Nikah Volume 6 No. 11 (15 Februari-15 Maret 2008 / Shafar- Rabiul Awal 1429).
Take and give prophetic management By; Agus Siswanto CEO PT Bakti Insan Globalindo (BIG Consulting) Ilmu marketing hanyalah sebagai sebuah pendekatan saja. Dalam propetic management justru kekuatan ilahiah ya harus menjadi perhatian. Sering kali oramg bertanya-tanya , mengapa tiba-tiba seseorang menjadi sangat dermawan,pemurah,atau menjadi sanagat ringan tangan dalam membantu orang lain yg tengah mengalami kesulitan.beragam alasan bisa kita dapatkan.bukan tidak mungkin, seseorang menjadi demawan karena ingin dipuji dan disanjung sebagai seorang yg suka berderma. Seseorang bisa menjadi sangat pemurah ,karena berharap bisa mendapatkan sesuatu dari yg telah diberikan kepada orang lain .atau mungkin seseorang menjadi sangat ringan tangan karena ada pamrih tertentu.secara umum,memberi adalah aktivitas yg menyebabkan berkurangnya sesuatu yg kita miliki. karena itu ketika kita memberi kepada orang lain akan mengurangi ”apapun ” yg kita miliki. Ditijau dari sisi perhitungan apapun,memberi berarti mengurangi asset yg kita miliki dan .itu merupakan gambaran dari sisi kehidupan duniawi. sementara dari sisi agama , banyak sekali aturan perintah atau himbauan agar kita menjadi orang ”yang bersifat pemberi atau menjadi orang yg dermawan . Yang menjadi pertanyaan adalah apakah pernah terjadi seseorang yang dermawan, dan ikhlas karena dorongan agama kemudian menjadi bangkrut ? Jawabannya : Tidak !!! belum pernah terjadi dalam sejarah orang yg sangat dermawan , rajin memberi kemudian bangkrut,mengapa ?? Rahasia tentang masalah ini sebenarnya terletak pada pemahaman dan implementasi Tauhid seseorang , yakni sejauh mana keyakinan seseorang meyakini perintah-perintah Allah dan Rasullnya secara hukum duniawi, ketika kita memberi maka dengan sendirinya berkuraah aset yg kita miliki, akan tetapi Allah dengan ke Mahaan-Nya memiliki skenario tersendiri untuk menambah aset tersebut dengan beragam cara, bentuk dan metode, baik langsung maupun tidak langsung ,sehingga aset si pemberi tadi menjadi bertambah . itulah yg kita namakan Take (mengambil) dari Allah SWT . untuk mendapatkannya kita harus mau Give (memberi) Fenomena dalam bisnis Salah seorang CEO BUMN pernah bercerita bahwa dia sama sekali buta dengan ilmu marketing tetapi fakta menunjukan bahwa dialah yg justru mampu memberi kontrisbusi market terbesar dibanding dengan divisi atau direktorat pemasaran lain di perusahaannya ,apa rahasianya ? , ”Saya setiap ketemu dengan calon klien atau siapapun yang berpotensi menjadi klien saya, maka yg terpikir oleh saya adalah niat ikhlas untuk dapat memberi atau dapat berkontribusi bagi kemajuan perusahaan si klien tersebut”. Kebetulan si CEO tersebut memiliki talenta yang meyakinkan dalam bidang “ financial enginering”. Kemanapun dia silaturahim , dimanapun dia bertemu klien, hal yang pertama kali yang ditawarkan bukanlah produk perusahaaanya , akan tetapi sapaan lembut, bersahaja, penuh sopan santun. ”Apa yang bisa kami bantu untuk perusahaan bapak? Kebetulan saya punya kompetensi ini dan itu, kebetulan saya punya network kesana dan kesitu, barang kali ada yg bisa di manfaatkan ”. Dan rata-rata para klien dengan senang hati menyambut uluran tadi , jadilah si CEO tadi menjadi konsultan yang free of charge bagi para kolega,sahabat,mitra bisnis dan relasinya. Pada suatu saat tatkala si CEO tersebut asyik menyimak paparan “progress report” dari direktur marketing dan jajarannya tentang susahnya menembus perusahaan-perusahan yang menjadi target” marketnya” , tiba-tiba telpon di seberang sana berdering. Seorang bos sebuah perusahaan menanyakan apakah produk perusahaannya (mesin) dapat diuji coba di tempat bos tadi . Seketika CEO tadi meminta kepada direktur pemasaran dan jajarannya agar menindak lanjuti tawaran uji coba tadi, dengan serta merta mereka terbengong bengong karena perusahaan yg bosnya menelepon itu merupakan salah satu perusahaan yang selama ini sangat sulit di tembus oleh tim marketing . Tim marketing bercerita bahwa proposal tidak pernah sampai ke level CEO, sering kali baru sampai level bawah , tim marketing sudah di jegal ,sehinnga gagal melulu . Tim marketing ini menanyaan kiat apa yg dilakukan oleh bosnya itu? . Sang CEO menjawab singkat ”Give!” give dan give , inilah barang kali yang sering terlupa oleh kita. Kekuatan Sang Maha Kuasa yg mampu membolak balikan hati manusia sering kali tidak pernah kita perhitumgkan. Dalam prohetic management justru kekuatan inilah menjadi faktor yg harus menjadi perhatian. Salah satu bentuknya adalah bagaimana menerapkan nilai-nilai Ilahiah tadi dalam konteks hubungan bisnis. Tentu, yg menjadi dasarnya adalah niat yang ikhlas dan berikhtiar yang cerdas, dan ketika sudah berikhtiar berserah dirilah kepada Allah SWT . Jadi, kalaulah berkembang ilmu-ilmu marketing saat tentu hanyalah sebagai sebuah pendekatan saja. Kita tidak perlu sombong dengan ilmu itu , seolah-olah apa yg kita mau dapat kita capai dan pasti bisa kita capai dengan tools marketing yang terkadang sangat kita bangga banggakan, apalgi yang berbau dari asing wallohu alam bisowab. (*)

Rabu, 25 April 2012

TINJAUAN SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW KAITANNYA DENGAN ENTREPRENEURSHIP

Tinjauan syiroh Nabawiyah yang berkenaan dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW dalam aktivitas usaha, merupakan sesuatu yang urgent sebelum membahas berbagai aspek yang terkait dengan kehidupan muslim entrepreneur. Untuk itu tinjauan syiroh lebih difokuskan kepada hal-hal yang terkait langsung dengan ruang lingkup entrepreneurship. Sebelumnya perlu kita ketahui bahwa figur yang dimaksudkan adalah Muhammad bin Abdullah, bin Abdul Mutthalib, bin Hasyim. Hasyim adalah termasuk suku Quraisy, suku Quraisy termasuk bangsa Arab, sedang bangsa Arab termasuk keturunan Nabi Ismail, putera Nabi Ibarahim Al-Khalil. Semoga Allah melimpahkan kepadanya dan kepada Nabi kita sebaik-baik shalawat dan salam. Beliau berumur 63 tahun; diantaranya 40 tahun sebelum beliau menjadi Nabi dan 23 tahun sebagai Nabi serta Rasul. Tempat asal beliau adalah Makkah. Telaahan periodisasi dari sejarah difokuskan pada periode-periode dimana Nabi Muhammad SAW beraktifitas langsung sebagai seorang wirausahawan. 3.1. Periode Sebelum Bermitra Dengan Khadijah Kehidupan bangsa Arab merupakan fakta yang telah dikenal dalam sejarah. Mata pencaharian penduduk dikawasan tersebut pada khususnya - dengan kondisi wilayah yang kering,padang pasir,penuh dengan bebatuan dan pegunungan tandus - adalah berdagang. Kondisi tanah disebagian besar wilayah Hijaz,khususnya disekitar Makkah memang seperti itu; kering,berpasir,berbatu-batu dan langka air. Tidak ada hasil pertanian yang dapat dipetik diwilayah itu. Gambaran kondisi geografis tersebut juga digambarkan dalam QS 14:47 sebagaimana tampak dalam do'a Nabi Ibrahim : “Diminumnnya air nanah itu dan hampir Dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi Dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada azab yang berat”. Oleh karenanya maka mayoritas masyarakat di kawasan tersebut berprofesi sebagai pedagang, sebuah profesi yang sangat independen, dan terhormat dikala itu. Dengan kondisi Makkah yang sangat strategis dimana disitu sudah terdapat bangunan Rumah Suci ka'bah, menjadi daya magnet tersendiri bagi segenap masyarakat untuk datang ketempat yang tandaus itu untuk melakukan ritual . Selain itu kondisi geografis Makkah termasuk sangat strategis, dimana Makkah menjadi tempat persinggahan para khalifah yang datang dan pergi menuju ke kota pusat perniagaan. Di Makkah telah tersedia pasar-pasar yang sebagai tempat pertukaran barang-barang antar para saudagar dari Asia Tengah, Syam,Yaman, Mesir,India,Irak,Ethiopia, Persia dan Rum. Mengingat posisi Makkah yang berada dalam suatu lembah yang tandus, maka mata pencaharian dari penduduknya tiada lain kecuali hanya dengan berdagang. Bermacam-macam peran yang dimainkan penduduk Makkah dalam hal pernaiagaan, ada sebagian mereka yang bergerak dibidang ekspor impor, ada yang menjadi perantara tukar menukar barang antara pedagang-pedagangyang melintasi kota Makkah. Ada pula yang bergerak dibidang perbankan,mereka menanam modal kepada para pedagang kecil dengan bunga sebesar laba, dan sebagian lagi ada yang menjadi rentenir yang mencari keuntungan dari membungakan uang. Setelah kematian kakeknya Abdul Muthalib, Muhammad tinggal bersama dengan pamannya,Abu Thalib,yang berprofesi sebagai pedagang,sebagaimana kebanyakan penduduk Qurasy lainnya. Sebab berdagang merupakan pendapatan utama penduduk kota Makkah. Kemudian pada masa itu pula Muhammad yang kala itu dalam pengasuhan pamannya Abu Tholib mulai tumbuh kembang sebagai seorang remaja. Kondisi pamannya yang sangat memprihatinkan dari segi ekonomi , termasuk karena memiliki beban tanggungan keluarga yang besar. Kondisi ini digambarkan pula dalam catatan sejarah lainnya bahwa Pengasuhan Muhammad di pegang oleh Abu Talib, sekalipun dia bukan yang tertua di antara saudara-saudaranya. Saudara tertua adalah Harith, tapi dia tidak seberapa mampu. Sebaliknya Abbas yang mampu, tapi dia kikir sekali dengan hartanya. Oleh karena itu ia hanya memegang urusan siqaya (pengairan) tanpa mengurus rifada (makanan). Sekalipun dalam kemiskinannya itu, tapi Abu Talib mempunyai perasaan paling halus dan terhormat di kalangan Quraisy. Dan tidak pula mengherankan kalau Abd'l-Muttalib menyerahkan asuhan Muhammad kemudian kepada Abu Talib. Untuk itu Muhammad mulai membantu pekerjaan-pekerjaan pamanya, sebagai bagian dari tanggungjawab sebagai salah seorang dari anggota keluarga tersebut. Muhammad pun mulai ikut menggembala kambing. Muhammad menyertai pamannya pergi bersama kafilah kenegeri Syam, ketika ia berusia 16 tahun. Dalam perjalanannya ke Syam inilah kemudian semakin menambah wawasan dan juga pengalaman pada diri Muhammad akan realitas kehidupan jahiliyyah dengan beragam versinya. Menjelang usia dewasa Muhammad mulai berjualan sendiri atau mandiri mengingat kondisi perekonomian pamannya Abu Thalib yang kurang memadai dengan beban keluarga yang besar, sehingga dengan mandiri maka diharapkan tidak akan menajdi beban pamannya. Muhammad mulai berdagang kecil-kecilan, ia membeli barang-barang dari suatu pasar dan menjualnya kembali pada orang lain. Dalam menjalankan bisnisnya ini , yang dilakukan dengan sangat menjunjung tinggi reputasinya yang menjalankan bisnis dengan penuh kejujuran, rajin,percaya diri, dan memiliki integritas diri yang baik sehingga sampai-sampai penduduk Makkah, sering menyebutnya dengan sebutan Siddiq (jujur) dan Amin (terpercaya). 3.2. Periode Bermitra Dengan Khadijah Sementara itu sudah menjadi tradisi dikalangan masyarakat Makkah bahwa sering terjadi kerjasama antara mereka yang memiliki kelebihan harta atau kekayaan khususnya dikalangan para janda yang kaya atau anak-anak yatim yang memiliki harta banyak ,tetapi tidak memiliki kemampuan berdagang, kemudian bekerjasama dengan orang lain yang memiliki kemampuan berdagang. Situasi seperti ini sangat kondusif bagi tumbuhkembangnya Muhammad dalam merintis usaha berdagang, disamping selama ini telah mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari sang paman Abu Tholib. Seiring dengan perkembangan usia dan juga tuntutan ekonomi pada keluarga Abu Thalib, maka Muhammad yang beranjak dewasa makin mengembangkan usaha-usaha dagangnya. Reputasi yang telah terbangun selama ini menjadi faktor yang memudahkan untuk terjalinnya kerjasama dengan para pihak yang memiliki kelebihan modal atau hartanya, dimana salah satunya adalah seorang janda kaya bernama Khadijah. Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul ‘Uzza bin Qushai adalah seorang janda keturunan bangsawan Qurasy, memiliki pribadi yang luhur dan akhlak yang mulia. Dalam kehidupan sehari-harinya senantiasa memelihara kesucian dan martabat dirinya, sehingga dikalangan penduduka Mekah ia diberi gelar “ At-Thahirah”. Ia memiliki pikiran yang tajam,lapang dada, kuat dan tinggi cita-citanya. Ia suka menolong orang yang hidupnya berkekurangan dan sangat penyantun kepada orang-orang yang lemah. Khadijah dikenal pula sebagai wanita yang pandai berdagang, akan tetapi aktivitas perdagangannya tidak dilakukan sendiri, melainkan dibawa oleh beebrapa orang kepercayaannya, atau oleh orang –orang yang sengaja mengambil upah untuk membawakan daganganya ke Syam atau ketempat lainnya. Perdagangannya sangat maju, sehingga ia terhitung sebagai salah satu warga kota Mekah yang kaya raya dan sangat dermawan. Dari catatan sejarah kemitraan yang terjalin antara Muhammad dan Khadijah ditandai dengan adanya berbagai perjalanan dagang dengan modal sepenuhnya dari Khadijah, dimana Nabi membawa barang-barang dagangnganya diantara kepasar Habasyah, yang merupakan kota dagang di Tahamah. Dan salah satu perjalanan ini menjadi sangat terkenal sebab pada kahirnya Khadijah melayangkan usulan menikah melalui pembantunya, perjalanan dagang dimaksud adalah ketika menuju Busra di Syiria, dimana kala itu Muhammad berusia 25 tahun, total perjalanan misi dagang Nabi selain ke Syiria ketika bermitra dengan Khadijah tercatat sebanyak 4 (empat) kali, dua kali ke Habasyah dan dua kali ke Jorasy. Bahkan dalam catatan lainnya Nabi pun pernah mengadakan perjalanan bisnis ke Bahrain. Dalam menjalankan aktivitas dagangnya , ketika bermitra dengan Khadijah tadi, keluhuran akhlak, integritas diri serta segala kepiawaian Nabi dalam berdagang sangat jelas tergambar, dimana hal ini dibuktikan dari prestasi Nabi ketika berdagang di Busra mendapatkan nilai keuntungan dua kali lipat dibanding para pedagang lainnya, sehingga hal ini merupakan prestasi yang luar biasa yang selama ini belum pernah terjadi pada para pedagang manapun sebelumnya. Sehingga sebagai imbalannya kemudian Khadijah memberikan imbalan berupa bagian keuntungan yang lebih besar daripada yang telah mereka sepakati sebelumnya. Dari catatan-catatan sejarah tersebut diatas, sejak usia menjelang dewasa hampir sebagian besar aktivitas Nabi adalah berdagang, hal ini mengingat akan kesadaran terhadap tanggungjawab yang tidak terelakkan sebagai bagian dari keluarga besar pamannya Abu Thalib yang relatip memiliki beban finansial yang besar tetapi tidak didukung oleh income yang memadai. Aktivitas dagang pun mengikuti sebuah proses yang cukup memakan waktu, dimana pada awalnya pun tidak jarang Nabi terkadang bekerja untuk mendapatkan upah dan terkadang bekerja sebagai agen untuk beberapa pedagang kaya di kota Makkah, kemudian seiring dengan reputasi bisnis serta integritas moral yang tinggi yang dimilikinya utamanya dari kejujuran serta sikap yang sangat santun, maka pada fase berikutnya berkembang kearah skala dan ruang lingkup yang lebih besar karena adanya pola kemitraan. Besarnya ruang lingkup bisnis Nabi ketika menjelang usia dewasa terbukti dari rute perjalanan yang dijalaninya sudah mencapai skala internasional, lintas wilayah atau bahkan negara kala itu. 3.3. Periode Setelah Perkawinan dengan Khadijah Setelah menikah dengan Khadijah, nabi tetap melangsungkan usaha perdagangannya seperti biasa, namun sekarang nabi bertindak seabagai manajer sekaligus mitra dalam usaha istrinya, bahkan Nabi diberi kebebasan untuk mengelola harta kekayaan Khadijah . Berkaitan dengan fungsi dan peran setelah menikah dengan Khadijah ini, Nabi lebih leluasa melakukan berbagai aktivitas dagang ke penjuru yang lebih luas, dari catatan sejarah Nabi sempat beberapa kali melakukan kunjungan dagang ke berbagai pusat perdagangan dan pekan dagang diseluruh penjuru negerinya serta ke negara-negara tetangga. Sejak perkawinannya (dalam usia 25 tahun) hingga datangnya panggilan tugas kenabian (pada usia 40 tahun), maka Nabi telah melakukan perjalanan dagang ke berbagai daerah semenanjung Arab dan negeri-negeri perbatasan Yaman,Bahrain,Irak dan Syiria.

Senin, 12 Desember 2011

SERIAL TULISAN TOBE MOSLEM ENTREUPRENERSHIP

Untuk rekan dan sahabat kaum profesional yang semoga di muliakan elah Allah SWT, sekedar berbagi untuk rekan dan sahabat dari kumpulan tulisan lama saya saat kuliah di Magister Manajemen berkenaan dengan Moslem Entreupreneur, semoga bermanfaat terutama bagi para profesional yang akan berpindaj "kuandrant" dari kuadran Satu ke Kuadran Empat (versi Robert Kiyosaki)

Siapa Yang Disebut Sebagai Wirausaha

Istilah Wirausaha nampaknya lebih tepat dibanding wiraswasta, dalam hal ini maka wirausaha dapat dikategorikan sebagai sebuah profesi,maka orangnya bisa disebut wirausahawan, dan siapa saja yang dapat digolongkan kedalam kriteria wirausaha, atau dalam istilah yang lain .cukup disebut entrepreneur tersebut.
Ma,mun Sarma dan Soedarsono (2002 : 30) dalam bukunya merangkum beberapa pendapat tentang siapa wirausahawan itu atau entrepreneur :
1. Dalam kamus Webster dikatakan bahwa entrepreneur = one who organize,manages, and assumes the risk of a business or entreprise (Seseorang yang mengorganisasi,mengelola dan mengambil resiko atas suatu bisnis atau perusahaan.
2. Meredith et al , (1995) memberikan penekanan bahwa seorang wirausahawan adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai peluang bisnis,mengumpulkan sumberdaya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan darinya dan bertindak tepat untuk memastikan sukses. Seorang wirausahawan juga bisa disebut sebagai seornag yang berorientasi pada tindakan dan bermotivasi tinggi serta berani mengambil resiko dalam mengejar tujuannya.
3. Hawkin dan Turla (1993), menyatakan bahwa entrepreneur itu bisa siapa saja, mulai dari penjaga toko sampai dengan konsultan, dari one-man enterprise sampai pengusaha supermarket,daripenjaga toko kue sampai delaer mobil, wirausahawan menjual apa saja dari cacing sampai perlatan elektronika, dari kue sampai mobil dan lain sebagainya, Entrepreneur adalah orang yang mampu mengatur ,menjalankan dan menanggung resiko bagi pekerjaan bisnis yang dijalaninya.

Faktor-Faktor Yang Mendorong Menjadi Wirausaha
Kompleksitas persoalan manusia tidak luput dengan persoalan yang dihadapi seseorang ketika memutuskan menjadi seorang wirausahan, sekurang-kurangnya ada 7 (tujuh alasan) seseorang terjun menjadi wirausahawan :
1. Karena ingin cepat kaya
2. Ingin bebas tidak diatur oleh orang lain
3. Ingin mewujudkan ide/gagasan/ilmu dengan leluasa
4. Karena keadaan yang terdesak
5. Penghasilan tidak terbatas
6. Ingin mandiri
7. Memperoleh kepuasan atau kebanggaan tersendiri.
Dalam konteks yang lain disebutkan bahwa motif seseorang menjadi wirausaha karena beberapa alasan sebagai berikut :
1. “Kepepet” oleh desakan untuk ‘hidup’ atau daripada menganggur
2. Ingin mandiri, yaitu (i) mampu memperoleh penghasilan sendiri, dan (ii) lepas dari ketergantungan orang tua maupun orang lain.
3. Ingin hidup lebih kreatif,bebas dan tidak terikat
4. Ingin menikmati jerih payah dari bisnis sendiri
5. Ingin beramal shaleh untuk orang lain (memberi lapangan kerja) dan sebagainya
Purdi E Chandara mengatakan bahwa orang terjun ke dunia entrepreneur ternyata tidak melulu alasan atau motifnya karena uang tetapi karena masalah visi kehidupan yang ingin diraihnya,misal ingin menciptkan lapangan kerja, atau ingin menciptakan sebuah bisnis yang darinya nanti dapat memberikan dampak sosial bagi kesejahteraan bagi masayarakat .
Disisi lain sering pula dikatakan bahwasanya dorongan berkarya merupakan unsur utama bagi tercapainya sukses dalam berusaha . Dan bagi entrepreneur sejati, uang bukanlah perangsang untuk berusaha,melainkan lebih banyak menjalankan fungsi sebagai pengukur sukses dari usaha yang dijalankan, bahkan dalam beberapa hal motivasi berwirasusaha didorong oleh faktor religi atau keinginan untuk beramal shaleh memberikan kebajikan bagi sesama dalam bentuk penyediaan lapangan kerja atuu agar dapat memberikan dana-dana kebajikan dalam bentuk zakat,infak atau shodaqoh lebih banyak dibandingkan dengan orang lain.
Oleh karena itu terdapat paling tidak ada 8 fungsi yang dijalankan oleh seorang wirausaha , yakni
1. Menyadari adanya kesempatan atau peluang dilingkungannya.
2. Mengambil risiko atas pemanfaatan peluang
3. Memobilisasi modal untuk sebuah usaha.
4. Memperkenalkan berbagai inovasi bisnis.
5. Mengorganisasikan tenaga kerja dan produksi.
6. Membuat keputusan dalam bisnisnya.
7. Merencanakan masa depan yang lebih baik
8. Menjual produk untuk mendapatkan keuntungan

Jumat, 22 Juli 2011

TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN, PROFESIONAL SEJATI ..BISA

TIDAK ADA YANG TAK MUNGKIN

PAUL ARDEN ADALAH pakar berpikir kreatif kaliber internasional. Karena terbiasa berpikir kreatif, maka ia mempnyai prinsip ‘tak ada yang tak mungkin’. Berikut ini adalah pemikirannya tentang bagaimana caranya kita bisa meraih hal-hal yang kita sangka tak mungkin kita dapatkan :

1. Bercita-citalah melebihi kemampuan anda
2. Jangan pedulikan batas kemampuan anda
3. Lakukanlah hal-hal yang menurut anda mampu anda kerjakan
4. Bila anda pikir anda tidak bisa diterima bekerja di perusahaan terkemuka, jadikanlah itu cita-cita anda
5. Bila anda pikir anda tidak mampu memiliki perusahaan sendiri, jadikanlah itu cita-cita anda
6. Milikilah visi, dan susunlah langkah-langkah untuk membuat visi itu menjadi kenyataan

Camkanlah : tak ada yang tak mungkin

It’s not how you are, it’s how god you want to be