Tampilkan postingan dengan label profesional muda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profesional muda. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juli 2011

TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN, PROFESIONAL SEJATI ..BISA

TIDAK ADA YANG TAK MUNGKIN

PAUL ARDEN ADALAH pakar berpikir kreatif kaliber internasional. Karena terbiasa berpikir kreatif, maka ia mempnyai prinsip ‘tak ada yang tak mungkin’. Berikut ini adalah pemikirannya tentang bagaimana caranya kita bisa meraih hal-hal yang kita sangka tak mungkin kita dapatkan :

1. Bercita-citalah melebihi kemampuan anda
2. Jangan pedulikan batas kemampuan anda
3. Lakukanlah hal-hal yang menurut anda mampu anda kerjakan
4. Bila anda pikir anda tidak bisa diterima bekerja di perusahaan terkemuka, jadikanlah itu cita-cita anda
5. Bila anda pikir anda tidak mampu memiliki perusahaan sendiri, jadikanlah itu cita-cita anda
6. Milikilah visi, dan susunlah langkah-langkah untuk membuat visi itu menjadi kenyataan

Camkanlah : tak ada yang tak mungkin

It’s not how you are, it’s how god you want to be

Sabtu, 16 Juli 2011

TIPS MENGOBATI SEGALA PENYAKIT UNTUK PARA PROFESIONAL (SHODAQOHLAH)!!!

OBAT SEGALA PENYAKIT
Menurut pengalaman pasien


Penyakit di zaman ini telah menyebar dan bermacam-macam tidak mengenal tempat, waktu atau korban, bahkan sebagiannya sangat menyulitkan para dokter dalam mengobatinya, seperti kanker dan sejenisnya sekalipun ada terapi untuk itu. Allah tidak mengirim penyakit melainkan ada obatnya, akan tetapi belum diketahui obatnya karena sebuah hikmah yang agung yang diinginkan Allah SWT. Barangkali termasuk sebab terbesar dari berbagai macam penyakit ini adalah maksiat dan pelanggaran syariat yanh di lakukan terang-terangan tanpa tedeng aling-aling. Oleh sebab itulah beragam penyakit tersebut menyerang dan menjangkiti hamba, Allah SWT berfirman yang artinya :
“ Dan apa saja musibah yg menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura : 30)
Termasuk hikmah belum ditemukan obat atas sebagian penyakit adalah ujian Allah bagi hamba-hamba-Nya di dunia yang penuh musibah, bencana, dan penyakit. Ketika saya banyak pasien mengerang kesakitan, banyak orang yang membutuhkan pengobatan menahan derita mengetuk setiap pintu dan mengambil semua sebab, hanya saja mereka melewatkan pintu Rabb Al Arban, maka kaliamat ini saya hadiahkan kepada setiap yang sakit untuk meringankan rintihannya, menghilangkan keluh kesahnya, serta mengobati rasa sakitnya. Wahai anda yang sedang sakit yang sedang merana,wahai anda yang resah gelisah, wahai orang yang diuji dengan penyakit lagi buta, semoga keselamatan dilimpahkan pada anda seukuran hebatnya rintihan anda, sebanyak air mata anda yang tertumpah, semoga keselamatan dilimpahkan kepada anda sebanyak ungkapan duka nestapa yang keluar dari bibir anda.
Sakit ini telah memutus hubungan anda dari manusia, dari sehat menjadi sakit, manusia sedang tertawa sementara anda menagis menahan derita. Rasa sakit anda tidak bisa dialihkan sekalipun dengan tidur, betapa sangat anda mengharapkan kesembuhan walau beberapa besarnya biaya yang harus anda keluarkan.
Saudaraku yang sedang sakit, aku tidak ingin menambah lukamu menganga, justru aku ingin memberikan obat mujarab kepadamu. Aku ingin melihat engkau istirahat dengan tenang dengan izin Allah, dari kesakitan selama ini. Sesungguhnya obat yang kumaksud ada dalam sabda Rasulullah SAW yanh artinya :
“Obatilah orang – orang sakit diantaramu dengan sedekah” (HR. Baihaqi. Hadits ini di hasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’)
Benar saudaraku, sedekahlah obatnya, sedekah dengan niat mencari kesembuhan dari Allah. Mungkin engkau telah banyak bersedekah, akan tetapi semuanya tidak engkau niatkan agar Allah menyembuhkanmu dari sakit, karena itu cobalah sekarang juga, dan percayalah Allah akan memberi kesembuhan kepadamu, kenyangkan orang fakir, atau biayai anak yatim, atau dukunglah proyek sosial yang baik atau sedekah jariyah.
Sungguh sedekah itu bisa mengangkat segala penyakit, segala musibah dan malapetaka, banyak orang yang diberi petunjuk oleh Allah telah merasakan hal ini, mereka menemukan bahwa pengobatan rohani lebih mujarab daripada obat materi. Rasulullah SAW juga mengobati dengan doa-doa, demikian pula generasi salaf, mereka bersedekah sesuai dengan tingkat sakit dan musibah, mereka menginfaqkan sesuatu yang paling berharga dari milik mereka. Jangan pelit dan bakhil terhadap diri sendiri jika engkau memang memiliki harta dan kemudahan. Ingatlah kesempatan telah datang.
Dikisahkan bahwa ada seorang bertanya kepada Abdullah bin Al-Mubarak ra. Tentang sakit yang ia rasakan pada dua lututnya sejak tujuh tahun lalu. Ia telah berusaha mengobatinya dengan segala macam pengobatan, bertanya kepad apara dokter tetapi tidak berguna. Ibn Al-Mubarak berkata, “Coba kamu gali sumur, karena orang-orang membutuhkannya, aku mengharapkan air bersumber di sana, dan darah (sakit) yang kau derita sembuh karenanya.” Ia pun segera melakukannya, dan sembuh. (kisah ini disebutkan dalam ShahihAt-Targhib).
Dikisahkan ada seorang terserang kanker, ia berkeliling dunia mencari obatnya tetapi tidak berhasil juga, kemudian ia bersedekah kepada ibu anak-anak yatim, dan Allah pun memberi kesembuhan kepadanya.
Kisah lain diceritakan kepadaku oleh pelakunya sendiri. Ia mengatakan, ”Aku punya anak perempuan kecil, ia terserang penyakit ditenggorokannya. Aku membawanya ke rumah sakit dan telah banyak ku tanyakan kepada para dokter, tetapi semuanya tidak berguna. Penyakitnya semakin akut, bahkan hampir saja aku sakit karena sakitnya yang benar-benar membingungkan keluarga. Akhirnya kami hanya bisa memberinya suntikan untuk meringankan rasa sakit, dan kami pun berputus asa kecuali dari rahmat Allah. Suatu saat muncul harapan jalan keluar. Salah seorang shalih menghubungi kami, ia menyebutkan satu hasits Rasulullah SAW, “Obatilah orang sakitmu dengan sedekah.” Aku bilang kepadanya bahwa telah banyak sedekah yang aku keluarkan. Ia mengatakan, ”Bersedekahlah dengan niat untuk kesembuhan putrimu!” aku pun menuruti. Aku bersedekah dengan biasa-biasa saja kepada salah satu fakir miskin, tetapi tidak ada perubahan. Aku sampaikan hal itu kepadanya, ia mengatakan, ” anda termasuk orang berada, punya banyak harta, mestinya sedekah anda sebanding dengan kekayaan anda.” maka kali ini aku penuhi mobilku dengan deras, daging ayam, dan banyak mahal yang mahal nilainya, kemudian aku bagi-bagikan kepada banyak orang yang membutuhkan, mereka bergembira dengan pemberianku. Demi Allah, aku tidak pernah mengira sebelumnya bahwa suntikan terakhir yang diberikan kepada putriku adalah ketika diberikan kepadanya sebelum sedekahku. Ternyata putriku benar-benar sembuh- segala puji bagi Allah. Maka aku menjadi yakin bahwa sebab terbesar dari kesembuhan putriku adalah sedekah. Sekarang ini putriku telah melewati tiga tahun tahun tanpa merasakan sakit seperti sebelumnya. Sejak saat itulah aku semakin memperbanyak sedekah, terlebih untuk program wakaf sosial umat islam. Setiap hari aku merasakan kenikmatan, keberkahan dan sehat wal afiat, baik pada harta maupun keluargaku. Aku nasehatkan kepada setiap orang yang sakit agar ia bersedekah dengan sesuatu yang paling berharga dari miliknya. Lakukan berkali-kali hingga Allah memberi kesembuhan sekalipun sekian persen. Aku persaksikan kepada Allah atas kebenaran kisahku, dan Allah sekali-kali tisak akan menyia-yiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.
Ada kisah lain yang disampaikan pelakunya langsung kepadaku. Ia berkata,” saudaraku pergi ke suatu tempat, ia berdiri di salah satu jalan, tiba-tiba ia jatuh pungsan padahal ia sebelumnya tidak pernah mengeluhkan apapun, seakan-akan ia terkena peluru nyasar dikepalanya. Kami mengira bahwa ia terkena ain atau kanker ganas, atau pendarahan di otak. Kami membawanya ke banyak rumah sakit., melakukan diagnosa dan penyinaran di kepalanya, akan tetapi hasilnya kepalanya normal-normal saja. Anehnya ia mengaduh kesakitan yang sangat dikepalanya, sehingga tidak bisa tidur dan tidak sehat beberapa lama. Jika sakit dikepalanya datang, ia bahkan tidak bisa bernafas apalagi berbicara. Aku bertanya kepadanya, ”apakah kamu punya uang untuk aku sedekahkan, barangkali Allah memberi kesembuhan kepadamu?” ia menjawab, ”ada.” Maka aku menarik uang dari ATM-nya sejumlah mendekati 7000 real. Aku menghubungi seorang shalih yang banyak mengenal orang-orang fakir agar orang tersebut dibagikan kepada mereka. Aku bersumpah Demi Allah Yang Maha Agung, ternyata saudaraku sembuh pada hari itu juga sebelum sedekah itu sampai ke tangan orang-orang fakir. Aku benar-benar yakin bahwa sedekah berpengaruh besar dalam kesembuhannya. Arang ini saudaraku sudah melewati satu tahun penuh sejak sakitnya, dan ia tidak mengeluhkan sakit di kepalanya sama sekali, alhamdulillah. Aku nasehatkan
kepada kaum muslimin agar mengobati orang-orang sakit mereka dengan sedekah.
Ada kisah lain, pelakunya menceritakan langsung kepadaku. Ia berkata, ”putriku mengeluhkan rasa sakit, demam dan panas tinggi. Ia tidak lagi mau makan. Aku mmbawanya ke beberapa klinik, tetapi panasnya tetap tidak berubah, bahkan kondisinya cenderung memburuk. Aku masuk rumah dengan bingung tidak tahu harus bagaimana. Istriku berkata kepadaku, ”mungkin kita harus bersedekah untuk kesembuhannya!” aku langsung mengontak seseorang yang memiliki kedekatan dengan orang-orang miskin. Aku katakan kepadanya,”saya harap anda mau shalat ashar di masjid untuk mengambil 20 kantong beras, 20 karton daging ayam kemudian membaginya kepada orang-orang yang membutuhkan.” saya bersumpah Demi Allah, selang 5 menit setelah saya menutup telepon, tiba-tiba putriku sudah berlari-lari, bermain, dan melompat-lompat di atas sofa. Ia makan hingga kenyang dan sembuh seratus persen dengan karunia Allah melalui ibadah sedekah. Aku wasiatkan kepada orang-orang agar memperhatikan sedekah untuk tiap penyakit.
Saudaraku, marilah! Pintu telah terbuka, bendera kesehatan berada didepanmu berkibar-kibar, maka rajinlah bersedekah, percayalah kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Perhatikanlah betapa obat mujarab ini dilalaikan, sehingga orang-orang enggan mengocek isi kantongnya kecuali sedikit untuk sedekah. Setelah itu ia berkeliling dari satu klinik ke klinik lainnya untuk mencari kesembuhan dengan mengeluarkan ribuan atau jutaan dari hartanya. Jika engkau telah mencoba obat ini dan sembuh, maka jadilah itu sebaik-baiknya orang yang menbantu orang lain dengan hartamu. Tidak hanya mencukupi diri dengan sedekah untuk sakitmu atau sakinya keluargamu saja. Jiak belum ditakdirkan kesembuhan, maka ketahuilah bahwa sejatinya engkau telah sembuh sekalipun beberapa persen. Ulangi dan ulangi lagi sedekah itu dan perbanyaklah sebatas kemampuanmu. Jika masih saja tidak sembuh, maka allah membuat lama rasa sakitmu karena ada hikmah yang Allah inginkan, atau mungkin juga maksiat yang engkau lakukan menghalangi kesembuhanmu. Bersegeralah bertaubat, perbanyak doa pada sepertiga malam terakhir.
Adapun anda wahai orang yang diberi nikmat sehat oleh Allah, maka jangan tinggalkan sedekah dengan dalih bahwa anda baik-baik saja. Sebagaimana orang sakit bisa sembuh, begitu pula orang sehat bisa sakit. Dikatakan pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Apakah anda akan menunggu sakit dulu kemudian baru bersedekah? Bersegeralah memperbanyak sedekah.Sedekah adalah ibadah yang besar pahalanya di sisi Allah.

Sumber : Oleh : SULAIMAN ABDULKARIM AL-MUFARRAJ
,Qiblati edisi 07/III, April 2008 M/ Rabi’ul Awwal – Rabi’uts Tsani 1429 H

Sabtu, 02 Juli 2011

KIAT MENGHADIRKAN "TUHAN" DI TEMPAT KERJA

MENGHADIRKAN “ALLAH”DI TEMPAT KERJA

Kedisiplinan tidak lahir dari ketakutan. Ketakutan hanya melahirkan keterpaksaan,keculasan dan penghianatan.dalam jangka panjang,bila hal ini terus berlanjut,pasti akan menimbulkan permasalahan yg cukup serius.
Amerika yg dikenal sebagai Negara terdepan dalam penerapan manajemen modern,kini sedang gonjang ganjing diterpa krisis keuangan yg parah.kebangkrutan Lehman Brothers,perusahaan sekuritas terbesar keempat di AS dan lembaga keuangan besar lainnya Merril Lynch baru-baaaru ini menggonjang duia .Lehman yg terjerat kasus kredit perumahan subprime mortgage meninggalkan utang 613 miliar dollar AS.sebelumnya, pada juni 2002 AS juga menggemparkan dunia,seiring terbongkarnya manipulasi laporan keuangan yg dilakukan perusahaan raksaksa Enron dan Worldcom.Securuties and Exchange Commission menyebut peristiwa penipuan miliaran dolar AS itu sebagai peristiwa yg belum pernah terjadi sebelumnya.
“ Enron” ,perusahaan energi yang pernah bertengger di peringkat 7 perusahaan terkaya versi majalah Fortune, setiap tahun melaporkan pembukuan keuntungan yg fantastis.keuntungan besar itu membuat investor memburu sahamnya.pada Agustus 2000 saham Enron menyentuh harga 90 US$ per lembar.
Puncaknya , pada 18 November 2001 pimpinan Enron membuat pengakuan bahwa semua pembukuan keuntungan hanyalah rekayasa untuk meningkatkan harga saham.akibatnya , pada Agustus 2002 saham Enron hanya beharga 10 sen dollar. menukik tajam.
Hal serupa juga terjadi pada Worldcomm dibawah kepemimpinan Scott Sullivan.Cief financial officer Worldcomm itu bersama kroninya bersekongkol dengan auditor independent melakukan penyimpangan Worlcomm dan Enron,membuktikan penegakan kedisiplinan kerja merupakan persoaln kompleks yg tidak serta-merta tuntas dengan pendekatan system belaka.sistem memang merupakan variable penting.tetapi semata-mata menggunakan system hanya akan melelahkan dan menguras dana. Pepatah
“Man Behind The Gun” menjadi sesuatu yg mesti diperhatkan kembali.

Butuh pola baru

Dunia kerja dan bisnis sejak lama dibelenggu oleh paradigma kapitalistik yg tidak memberi ruang timbulnya nilai-nilai kemanusiaan. Lebih tepat lagi hati nurani.manusia digiring semata-mata berorientasi pada keuntungan material, tanpa mengindahkan norma dan etika dianggap musuh besar.
Namun kini ketika dunia dihadapkan pada ketidakmenentuan,krisis lingkungan,ancaman nuklir dan kepunahan ras manusia ,muncul kritik tajam terhadap praktik eksploitasi dan keserakahan. Logika keuntungan golongan dan pribadi,pemesinan msnusia dan penyingkiran nilai moral, serta pengabaian terhadap lingkungan diaggap sebagai paradigma ekonomi usang.karena kontra produktif terhadap kelestarian kehidupan.
Dibutuhkan sebuah pola baru.pembangunan ekonomi sebaiknya tidak diletakan pada pencarian untung semata, tetapi untuk mencapai kesejahteraan bersama. Alam dimanfaatkan, tetapi bukan dieksploitasi, apa lagi dihancurkan. Semangat yg dibangun adalah semangat hidup bersama,interdependesi, dan win-win solution dalam bingkai nlai-nilai universal yg saling menghormati dalam persamaan.

Gelombang kesadaran baru ini kemudian muncul dalam berbagai bentuk,seperti gerakan spirtualitas New Age di Amerika dan Eropa, pengembangan produk ramah lingkungan,herbal,dan lain sebagainya. Kesadaran ini semakin membesar seiring “ditemukan” berbagai bentuk kecerdasan lain manusia selain kecerdasan intelektual (IQ)
Dirumuskannya spiritual Quotion oleh Danah Zohar,Emotion Quotion oleh Daniel Goleman dan Adversity Quotion oleh Paul G. Stolz,memaksa dunia bisnis menata ulang pola manajemen yg selama ini diterapkan. Dibutuhkn pola manajemen yg lebih hangat,harmonis,luwes, dan tetap efektif. Pengelolaan budaya kerja,korporasi maupun birokrasi, yg menciptakan disiplin kerja melalui pendekatan stick and carrot, harus diubah karena pertimbangan berikut :
Pertama, mengandalkan sistem pengawasan dan ancaman, hanya melahirkan ketakutan. Pada saat pengawasan lengah terjadilah pelanggaran. Disampung itu, disiplin kerja yang digerakan oleh keterpaksaan dan ketakutan hanya akan membunuh kreatifitas.
Pekerjaan harus dilakukan dengan senang hati, perasaan itu muncul baik karena memang menyukai pekerjaan tersebut, atau karena menyadari pekerjaan itu adalah sesuatu yg amat penting. Pekerjaan bukan hanya menyuburkan keinginan menghindari hukuman, bekerja sesuai perintah, dan menyenangan atasan. Tidak berpikir prestasi dan mau mengambil resiko . akibatnya, terjadi kevakuman inisiatif dan kreatifitas. Pada akhirnya, organisasi akan semakin jauh dari tujuan. Kedisiplinan tidak lahir dari ketakutan, ketakutan hanya melahirkan keterpaksaan,keculasan dan penghianatan,. Dalam jangka panjang, bila hal ini terus berlanjut pasti akan menimbulkan permasalahan yang cukup serius.

Cinta dalam kepemimpinan

Demikian juga dengan kepemimpinan.hingga saat ini masih banyak manajer yg beranggapan bahwa keberhasilan kepemimpinan diukur dari rasa takut bawahan, padahal, yang mesti dibangun adalah rasa cinta bawahan. Teladan yg ditunjukan Nabi Muhamad SAW semestinya jadi acuan, kecintaan dan ketaatan yang luar biasa para sahabat terhadap beliau bukan lahir dari ketakutan dan ancaman , tapi muncul dari rasa cinta yg mendalam .

Tetapi kecintaan mereka tidak datang begitu saja semuanya dimulai dari sikap dan perilaku Nabi SAW yg sangat mencintai umatnya dan sangat perduli terhadap nasib mereka. Rasulullah SAW tidak pernah berhenti memikirkan umatnya, beliau selalu bekerja keras dan bedo’a untuk kebaikan mereka.
Firman Allah SWT : ” Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yg kamu alami , (dia) sangat menginginkan kebaikan dan keselamatan bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang’ yg beriman”(QS At taubah/9 : 128).


Perubahan dunia

Dunia masa depan semakin menuntut pola win-win solution, penghargaan terhadap nilai ”humanisme, spiritualitas dan sensitifitas terhadap keberlangsungan lingkungan, , koporasi, negara, dan entitas lainnya di tuntut untuk semakin membuka diri dalam irama interdependensi yg mengglobal. negara dan perusahaan yg ingin menang sendiri akan menjadi “common enemy” setiap negara dan korporasi yg lain .

Realitas seperti inilah yg akan menjadiakn setiap pemaksaan,ancaman dan penguasaan atas entitas lain menjadi tidak populer. Pemaksaan digantikan partisipasi, ketakutan digantikan cinta, mekanisasi digantikan dengan humanisasi , ketamakan digantikan dengan moralitas dan spiritualitas akan semakin punya tempat.

Iklim di tempat kerja pun ditutut menyesuaikan. Manajemen by humanity semakin tidak terelakan, relasi kaku dan bossy antara atasan dan bawahan sudah harus dihilangkan, pekerja bukan budak, tapi mitra dan sahabat yg pengorbanan dan dedikasinya menjadi faktor penting keberlangsungan perusahaan dan kesuksesan para pemimpin.
Kesadaran tentang situasi dan paradigma yg berubah ini harus dimiliki oleh semua pihak . pemberlakuan Good Govermance , akan efektif manakala spirit ini terpahami secara proporsional oleh pihak manajemen maupun pengambil kebijakan.

Indikasi sederhana yg bisa digunakan untuk mengukur pemahaman terhadap perubahan paradigma tersebut antara lain : kesiapan merubah cara pandang terhadap posisi dan peran masing-masing .

Cara pandang lama melihat kedudukan sebagai sebagai jabatan khusus, pangkat dan status sehingga merasa berhak menuntut pelayanan dan penghormatan orang lain. Cara pandang baru melihat jabatan sebagai amanah yg harus dijaga dan ditunaikan.

Menunaikan amanah merupakan tolak ukur keberagamaan.semakin baik amanah di tunaikan , semakin tingi kualitas keberagamaan, sebaliknya , mengabaikan amanah berarti merusak agama kata Rasulullah SAW : ”Tidak beragama mereka yg tidak menunaikan amanah”.

Dalam kaitan ini , kedudukan dan jabatan yang di emban seseorang lebih merupakan taklif (beban yg harus dipikul) bukan tasyrif (kemuliaan yang menjadikan orang bebas berbuat).

Status kita adalah pelayan masyarakat, tugas utamanya adalah melayani kebutuhan masyarakat dan mengarahkan masyarakat pada kemakmuran bersama. ”Setiap kamu adalah pemimpin,dan setiap pemimpin akan ditanya bagaimana ia menunaikan amanah kepemimpinannya itu’begitu pesan Nabi SAW. ( Kontributor Hilal Tri Anwari, Majalah Gozian Vol 01 Syawal 1429H)

Senin, 01 November 2010

Mind Therapy

Kini telah hadir Wellagree Mind Therapy Centre yang Insya Allah akan membantu anda para profesional muda yang mengalami berbagai persoalan seperti :
1. Stress
2. Depresi
3. Fobia (kecoa,ular,kalajengking,kucing,ketinggian,kegelapan dll)
4. Alergi
5. Trauma
7. Tidak percaya diri,grogi tampil di depan umum
8. Sulit konsentrasi
9. Insomnia
10.Kecanduan merokok.
11.Kecanduan pornografi
12.Pelecehan seksual
Insya Allah saya bisa membantu para profesional muda untuk mengatasi problem-problem tersebut sehingga tidak mengganggu kenyamanan kehidupan kita,hubungi saya di 085210056345, atau email : agussis02@yahoo.com

Jumat, 16 April 2010

SUKSES ITU BERAWAL DARI IMPIAN

SUKSES ITU BERAWAL DARI IMPIAN

Oleh-oleh dari kegiatan MABIT (Malam Bina Insan Taqwa) Mahasiswa MABI Yayasan Bakti Insan Bogor, tanggal 25 Juli 2009.

By Agus Siswanto (Sekretaris Yayasan Bakti Insan Bogor)

Banyak cerita maupun nukilan sejarah atau success story dari beragam tokoh bisnis yang ketika mereka ditanya tentang kunci suksesnya adalah karena mereka dulunya punya impian (dream). Karena kata mereka dengan memiliki impian,maka impian itu menjadi selalu terbayang bayang dalam segenap aktivitas mereka, bahkan dikala raga menjadi lemah semangat, maka bayangan impian menjadi pemicu spirit untuk selalu bangkit dan bangkit.

Kisah menarik tentang impian ini, yang kemudian menjadi sebuah sesuatu yang fenomenal ketika seorang Andrea Hirata menuturkannya dalam Trilogi Laskar Pelangi. Dimana dia menceritakan kisah perjalanan hidupnya yang penuh onak dan duri,beragam haru biru antara kesedihan dan kegembiraan serta semangat yang tidak pernah kendor dalam menghadapi rintangan apapun, karena dia memiliki impian, Sorbone,Edensor dll.

Impian yang senantiasa tervisualisasi, maka secara perlahan-lahan akan termemori dalam Pikiran Bawah Sadar kita ,dan menjadi sebuah data base, sehingga manakala diperlukan oleh pikiran sadar kita, maka file-file tersebut dengan mudah di ”search” dan akan muncul, sehingga dapat menggerakkan organ-organ yang lain untuk ”bangkit” menuju atau meraih impian tersebut. Sehingga dalam banyak kesempatan pada institusi bisnis MLM, senantiasa diajarkan pada langkah pertama mereka bergabung, maka yang harus dimiliki oleh mereka member yang baru, adalah ”dream”, ya mereka harus mengeksiskan ”dream” tersebut secara nyata dan visual dalam bentuk Foto Rumah yang wah, foto mobil yang wah, Foto tujuan Traveling di tempat yang paling eksotis di dunia, dll. Bahkan diajarkan pula agar foto-foto visualisasi atas ”dream”nya mereka ditempatkan ditempat tempat mereka yang paling strategis seperti di kamar pribadi dan tempat-tempat lainnya. Hal ini dilakukan tidak lain dan tidak bukan agar ”dream” tersebut mudah tervisualisasikan dan menjadi daya ungkit semangat/spirit untuk mencapainya.

Berkaca kepada kisah sukses pendidikan ala Rasulullah SAW, sejarah telah membuktikan bahwa di dunia ini generasi beliau, generasi para sahabat, generasi tabiin, dan generasi tabiut tabiin diakui memiliki kualitas sumberdaya insani yang paling unggul, dan bahkan sampai hari kiamat pun tidak akan pernah ada generasi berikutnya yang mampu menggungguli generasi tersebut. Mereka adalah generasi yang memiliki kesuksesan bukan hanya di dunia saja tetapi juga sukses di akhirat, bahkan catatan sukses di dunia mereka sering luput dari perhatian kita padahal fakta menunjukkan sebagai berikut (dikutip dari : spiritualpreneurship.com)
Kekayaan Umar bin Khattab ra
• Mewariskan 70.000 properti (ladang pertanian) seharga @ 160juta (total Rp 11,2 Triliun)
• Cash flow per bulan dari properti = 70.000 x 40 jt = 2,8 Triliun/ tahun atau 233 Miliar/bulan.
• Simpanan = hutang dalam bentuk cash
Kekayaan Utsman bin ‘Affan ra
• Simpanan uang = 151 ribu dinar plus seribu dirham kurang lebih Rp. 200 Milyar
• Mewariskan properti sepanjang wilayah Aris dan Khaibar
• Beberapa sumur senilai 200 ribu dinar (Rp 240 M)
Kekayaan Zubair bin Awwam ra
• 50 ribu dinar kurang lebih Rp. 60 Milyar
• 1000 ekor kuda perang
• 1000 orang budak
Kekayaan Amr bin Al-Ash ra
• 300 ribu dinar kurang lebih Rp. 360 Milyar
Kekayaan Abdurrahman bin Auf ra
• Melebihi seluruh kekayaan sahabat!!
• Dalam satu kali duduk, pada masa Rasulullah SAW, Abdurrahman bin Auf berinfaq sebesar 64 Milyar (40 ribu dinar)
Bukan hanya sahabat utama yang kaya, namun juga rakyatnya hidup berkecukupan
Pada masa Umar bin Khattab ra (10 tahun bertugas),
• Mu’adz bin Jabal menuturkan di Yaman sampai kesulitan menemukan seorang miskin pun yang layak diberi zakat (Al-Amwal, hal 596)
• Pemerintah/masyarakat mampu menggaji guru di Madinah masing-masing 15 dinar atau +/- 18 juta/bulan (Ash-Shinnawi, 2006)
Pada masa Umar bin Abdul Azis ra (3 tahun bertugas)
• Yahya bin Sa’id (petugas zakat) berkata, “Ketika hendak membagikan zakat, saya tidak menjumpai seorang miskin pun. Umar bin Abdul Azis telah menjadikan setiap individu rakyat pada waktu itu berkecukupan”. (Ibnu Abdil Hakam, siroh Umar bin Abdul Azis, hal 59)
• Surat Gubernur Bashrah, “Semua rakyat hidup sejahtera sampai saya sendiri khawatir mereka akan menjadi takabbur dan sombong.” (Al-Amwal, hal 256)
Jelas sekali bahwa kesuksesan mereka bukan hanya dalam dimensi duniawi saja tapi juga ukrowinya, dan ini terekam dalam Kitab Al Quran, dimana Allah SWT pun meridloi mereka, “Dan orang-orang yang terdahulu dari orang-orang Muhajirin dan Anshor serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada- Nya ( At Taubah : 100).

Dalam konteks ini Rasulullah SAW, telah mengajarkan pula kepada para sahabatnya tentang impian-impian itu, apakah impian tersebut? Impian tertinggi yang merupakan ”Reward” adalah Surga dan impian yang berupa ”punishment” adalah Neraka. Rasulullah SAW dalam setiap kesempatan berinteraksi dengan para sahabatnya senantiasa mengingatkan tentang impian-impain tersebut, bahkan para sahabatpun tervisualisasi dengan sangat gambalangnya tentang Apa itu Surga dan Apa itu Neraka, bagaimana kehidupan di dalamnya, sehingga atas visualisasi yang gamblang tersebut maka mereka menjadi begitu termotivasi untuk meraihnya, dan Rasulullah SAW pun mengajarkan tentang cara,metode,jalan untuk mewujudkan impian tersebut melalui ”sunnah-sunnahnya yang shahih”.

Pada generasi sahabat dan generasi unggul berikutnya, mereka jelas memiliki impian yang nilainya melebihi impian apapun didunia ini, ketika jalan-jalan menuju terwujudnya impain surga itu dicapai dan diraih maka ,dengan sendirinya kesuksesan dunia pun mengikutinya. Karena pada diri insan-insan yang bertaqwa dan komitmen mengikuti sunnah Rasululloh SAW, maka dalam dirinya dengan sendirinya melekat pula karakter-karakter yang menjadi prasyarat untuk mencapai kesuksesan duniawi dalam hal apapun, seperti disiplin,tangguh, pantang menyerah, sungguh-sungguh,kerja keras, istiqomah, syukur dan sabar serta karakter lainnya.

Oleh karena itu maka apabila kita mencari ”modeling” untuk menggapai sukses duniawi dan ukhrowi maka tiada lain adalah pada diri Rasulullah SAW dan para sahabat serta generasi unggulan yang tadi disebutkan, Insya Allah kesuksesan itu dapat kita gapai.amin.