Berbagi tentang tips dan solusi bagi aktivitas profesional muda dengan nuansa spiritual yang menggugah.
Sabtu, 24 Agustus 2013
Buku ku HRD Syariah (Manajemen Sumberdaya Manusia Syariah)
Buku “SHARIA HRD” (Manajemen HRD Syariah Konsep dan Implementasi) merupakan hasil karya segenap Associate Partner pada BIG Consulting yang dengan pengalamannya di dunia manajemen sumberdaya manusia di perbagai lembaga syariah hampir lebih dari 15 tahun.
Big Consulting adalah sebuah Lembaga Konsultan yang mengfokuskan diri pada upaya-upaya penumbuhkembangan SDM berbasis Syariah. Mengingat pertumbuhan bisnis syariah dan juga lembaga-lembaga keuangan syariah semakin hari semakin semarak, maka kebutuhan akan sumberdaya manusia yang amanah dan juga professional menjadi sebuah kebutuhan.
Berkaca kepada keberhasilan dan kesuksesan “generasi awal Islam” yang membawa gerbang keemasan peradaban manusia yang tiada tandingannya dibawah bimbingan langsung Rasulullah Muhammad SAW beserta sahabat, tabiin dan tabiut tabiin, Islam telah mencapai puncak kejayaannya, yang mana unsur utama pembentuknya adalah karena adanya sumberdaya manusia yang dikelola berdasarkan tuntunan Al Quraan dan Sunnah yang shahih.
Oleh karenanya, jikalau ummat Islam ingin mengulang “success story” generasi awal tadi maka referensi utama kita adalah mengacu kepada bagaimana Rasulullah SAW dan para sahabatnya mengelola sumberdaya manusia pada zamannya menjadi generasi Islam yang tangguh,amanah,professional.
Big Consulting Insya Allah berikhtiar untuk dapat berkontribusi dalam tahapan-tahapan proses menuju idealita penumbuhkembangan sumberdaya manusia yang menjadi harapan bagi kesuksesan terhadap upaya-upaya penegakan syariah khususnya pada berbagai lembaga keuangan dan bisnis ummat ini.
Untuk kepentingan hal tersebut diatas silahkan kontak kami :
Big Consulting
HRD Sharia Consulting
Gedung Bakti Insan Lantai 2. Jl.KH.Sholeh Iskandar No. 1 (Simpang Yasmin) Bogor
Telpon : 0251-753 1271, Fax : 0251: 753 1268
Hotline Services : 0852 100 56345
Senin, 25 Maret 2013
Kenali potensi genetic anda untuk meraih puncak prestasi
SUMBERDAYA MANUSIA ADALAH ASSET UTAMA PERUSAHAAN
YA, SEMUA SEPAKAT DENGAN PERNYATAAN TERSEBUT , NAMUN APAKAH ANDA SUDAH MENGETAHU “PETA POTENSI YANG SESUNGGUHNYA ” DARI SEGENAP PEGAWAI ATAU KARYAWAN ANDA. ATAU..............................................................................................
1. APAKAH ANDA SUDAH MENGENAL “JATI DIRI YANG SESUNGGUHNYA” DARI KARYAWAN ANDA
2. APAKAH DASAR KEPUTUSAN PERUSAHAAN TERHADAP KARYAWAN KETIKA MELAKUKAN PROMOSI, MUTASI ATAU ROTASI? DIDASARKAN KEPADA POTENSI/BAKAT/TALENTA ATAU HANYA BERDASARKAN PADA PENGAMATAN DAN EVALUASI SEKILAS?
3. APAKAH DASAR KEPUTUSAN PENEMPATAN KARYAWAN PADA SUATU JABATAN ATAU TUGAS TERTENTU DIPERUSAHAAN HANYA DIDASARKAN SEMATA –MATA PADA “CURICULUM VITAE” KARYAWAN YANG BERSANGKUTAN
4. APAKAH ANDA MENGETAHUI APAKAH KARYAWAN ANDA SUDAH MERASA COCOK/SESUAI /NYAMAN DENGAN TUGAS ATAU PEKERJAAN YANG DIBEBANKAN KEPADANYA.
5. APAKAH DASAR KEPUTUSAN ANDA KETIKA MEMBUAT “SEBUAH TEAM WORK” DI PERUSAHAAN? SEHINGGA DIHARAPKAN “TEAM WORK” TERSEBUT SOLID , EFEKTIF DAN PRODUKTIF?
APABILA ANDA BELUM MENDAPATKAN JAWABAN-JAWABAN YANG MEMADAI.
KINI STIFIn HADIR UNTUK MEMBANTU MENJAWAB PERTANYAAN PERTANYAAN TERSEBUT DI ATAS .
Tes Stifin adalah teknik analisis mengidentifikasi pada pola-pola garis dalam sidik jari seseorang yang secara genetik permanen melekat pada seseorang. Setiap pola merupakan penanda akan adanya potensi kecerdasan tertentu yang bersifat bawaan.
Tes STIFIn menukik memetakan sistem operasi otak. Inilah bakat asli... yang sesungguhnya. Sebagai cara mudah untuk sukses melalui pilihan profesi, karir, jalur penggemblengan lain, dan hubungan partnership di dalam kehidupan maupun kekaryaan seseorang
MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA DI PERUSAHAAN ANDA AKAN EFEKTIF MANAKALA PERUSAHAAN MAMPU MENGENALI POTENSI ,BAKAT,JATIDIRI, TALENTA ASLI ,SEGENAP KARYAWANNYA DENGAN SEGALA KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA.
Segera ketahui dengan TES SIDIK JARI STIFIn (Pertama di Indonesia) makin cepat tahu, maka lebih baik, Mengapa lebih cepat lebih baik ???
Ya, Agar tidak terjadi “KESALAHAN PERLAKUAN/TREATMENT” pada karyawan kita
Ya, Agar Peruahaan tidak banyak menghambur hamburkan uang “ untuk sesuatu yang tidak jelas bagi karyawannya.
Ya, Agar perusahaan tepat arah,tepat sasaran dalam “menginvestasikan” untuk keberhasilan dan kesuksesan karir dari segenap karyawannya.
Lihat video liputan di SCTV : http://www.youtube.com/watch?v=377oMkSvvB0
Dengan investasi yang sangat terjangkau Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu) per orang (cukup dilakukan satu kali seumur hidup) , dengan kualitas hasil analisa yang akurat, Insya Allah ini adalah investasi yang sangat murah jika dibandingkan dengan nilai manfaatnya, termasuk apabila dibandingkan dengan produk sejenis ex luar negeri (yang berkisar rata rata kurang lebih Rp. 1.500.000,- per orang).
Kami siap (sesuai permintaan) untuk melakukan tes ini di perusahaan anda, minimal peserta test 30 (tiga puluh orang) , untuk JABOTABEK bisa minimal 20 (dua puluh) orang
FASILITAS :
1. SERTIFIKAT HASIL TEST
2. BUKU PENJELASAN STIFIN (Karya Bpk Farid Poniman/Penemu STIFIn)
3. Rekapitulasi hasil test untuk bagian HRD perusahaan
4. Konsultasi gratis kapan saja dan dimana saja (By sms,email,FB, BB) berkenaan dengan aplikasi Test STIFIn bagi program-program pengembangan sumberdaya manusia. Untuk konsultasi yang membutuhkan pertemuan langsung dengan pihak perusahaan dapat dilakukan gratis di Kantor STIFIn, apabila diundang dikantor perusahaan cukup mengganti biaya transportasi dan akomodasi pulang pergi
HASIL TEST DAPAT DITUNGGU (tidak perlu menunggu sampai dengan satu pekan lamanya)
PENDAFTARAN HUBUNGI BIG CONSULTING:
• Kantor Telpon : 0251 – 753 1268
• Siswanto : 0852 100 56 345
Penjelasan lebih lanjut bisa melalui email ; agussis02@yahoo.com
Selasa, 27 November 2012
KIAT 1001 JALAN KESEMBUHAN
Banyak cara mengobati penyakit untuk menuju kesembuhan. Allah pun telah menjamin bahwa setiap sakit pasti ada obatnya. Ini bisa, menjadi gambaran dan motivasi untuk mengobati sakit, baik ringan atau berat. Jadi Alah memotivasi kita untuk tak pernah menyerah dalam mencari kesembuhan. Yang harus dingat, setiap pengobatan yang kita usahakan harus tetap dalam koridor syar'i.
MENGAPA BEROBAT ALTERNATIF?
Dewasa ini banyak orang memakai pengobatan alternatif ketimbang cara medis. Bahkan beberapa waktu lalu pengobatan alternatif ini sempat naik daun. Ada yang sampai terkagum-kagum dengan khasiatnya, karena saat baru pertama kali mencoba langsung merasakan hasilnya. Namun di balik semua itu orang memilih untuk berobat alternatif karena memiliki beberapa alasan diantaranya adalah :
Back to nature : kembali ke alam
Orang ingin kembali memakai segala sesuatu yang alami. Apalagi sebagian orang merasa jenuh dan bosan dengan mengkonsumsi bahan-bahan sintesis dan memakai bahan kimia berbahaya. Baik memakan / minuman ataupun obat
Memperkecil efek samping. Obat alternatif lebih kecil efek sampingnya di banding obat kimia.
Biaya lebih murah di banding berobat medis.
Mudah di dapat atau bisa di tanam sendiri misalnya untuk jamu (kunyit, temu giring dan sejenisnya bisa di tanam sendiri). Bisa juga membeli siap saji.
MACAM-MACAM PENGOBATAN ALTERNATIF
JAMU
Jamu di buat dari tumbuhan rempah-rempah yang bisa di dapat dengan mudah di sekitar rumah. Biasanya disajikan dengan cara dibuat minuman atau berwujud bubuk instan yang di haluskan dan siap saji. Jamu olahan bisa berwujud cair atau kering. Jamu yang dikeringkan bisa awet dalam jangka waktu lama.
Obat tradisional ini juga bisa dihasilkan dari tanaman buah / bunga, baik itu digunakan untuk obat dalam / obat luar(luka / keseleo). Bisa dikonsumsi langsung atau juga ditumbuk dibuat minuman. Untuk obat luar biasanya dengan cara dioleskan dan diurut. Ada juga obat yang didapat dari binatang.
HERBA
Saat ini obat-obatan herba banyak diminati. Selain sebagai perpaduan dari thibbun nabawi dan obat tradisional Indonesia, obat ini juga dilengkapi izin Depkes dan dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya. Keampuhan telah banyak dibuktikan. Untuk lebih memudahkan mengkonsumsinya, obat herba ini dikemas dalam bentuk kapsul, bubuk instan, ataupun cair. Pembuatan dari obat herba ini juga dipisah-pisahkan berdasarkan jenis-jenis penyakit dan cara penggunaannya untuk memudahkan konsumen. Harganya pun cukup terjangkau.
MADU
Madu adalah sari bunga yang dihasilkan oleh lebah. Madu dapat dimanfaatkan sebagai obat alami yang memiliki berpuluh-puluh manfaat, untuk pengobatan ataupun menjaga stamia. Madu bisa diminum langsung maupun diencerkan dengan air (seperti sirup). Bisa juga dicampurkan dalam jamu atau makanan.
Selain untuk obat dalam, madu bisa juga digunakan sebagai obat luar serta menjaga kesehatan dan kekencangan kulit. Selain jenis pengobatan diatas masih banyak lagi macam pengobatan tradisional lainnya, seperti menggunakan susu kuda liar, susu kambing, minyak zaitun, miyak kelapa (VCO) dan lain-lain.
BEKAM
Bekam adalah suatu pengobatan yang telah ada pada masa Rasulullah SAW. saat ini bekam sangat populer dikalangan masyarakat Indonesia. Metode bekam tak ubahnya mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh yang dilakukan pada titik tertentu. Bekam terdiri atas 2 macam, yaitu bekam kering dan bekan basah, pada bekam kering tidak dilakukan penyayatan untuk mengeluarkan darah kotor.pada bekam basah, orang yang melakukan harus benar-benar mahir agar hasil yang dicapai maksimal, dan agar penyayatan tidak mengenai pembuluh darah / syaraf, serta setelah bekam luka kering, tidak membekas. Kadang sayatan diganti dengan menggunakan jarum khusus.saat dilakukan bekam basah, tekanan darah harus dalam kondisi stabil. Perlu diingat, semua alat yang digunakan untuk bekam harus dalam keadaan bersih dan steril.
TUSUK JARUM
Tusuk jarum diperkirakan telah dikenal masyarakat Cina semenjak ratusan tahun silam. Tusuk jarum adalah suatu metode pengobatan dengan menginjeksi tubuh pada titik-titik syaraf tertentu. Tusuk jarum disebut juga akupuntur. Akupuntur kadang juga digabungkan dengan pengobatan medis.
PIJAT REFLEKSI
Metode pengobatan ini juga dikenal luas di tengah masyarakat. Pijat refleksi biasanya memakai alat bantu berupa tongkat kecil / kayu yang digunakan untuk memijat titik-titik syaraf tertentu. Selain untuk mengendorkan syaraf juga untuk memperlancar peredaran darah. Bagian titik-titik syaraf tertentu yang diperkirakan mengalami gangguan, jika dipijat atau ditekan dengan ujung jari atau kayu pemijat akan terasa sakit. Namun jika tidak mengalami gangguan akan terasa biasa saja. Pijat refleksi bisa dilakukan sendiri. Jika kita tak tahu mana titik-titik syaraf yang harus dipijat, di toko-toko buku dapat kita jumpai dengan mudah. Buku petunjuk cara-cara pijat refleksi lengkap beserta gambar titik-titik syaraf untuk mempermudah pemijatan. Misalnya jika sakit kepala kita bisa memijat bagian sela jari antara ibu jari dan telunjuk, dan seterusnya.
YANG IN BUKAN PENGOBATAN ALTERNATIF!!!!
Pengobatan alternatif di atas hanyalah sebagian dari banyak jenis pengobatan. Namun tetaplah hati-hati memilihnya. Ada banyak jenis metode pengobatan ditawarkan dengan menjanjikan kesembuhan. Ada yang mengaku kyai dengan reputase penyembuhan ini dan itu, memakai rajah atau menggunakan media binatang untuk memindahkan penyakit, terkadang pula membekali pasien dengan benda-benda yang katanya "sudah diisi" sebagai penolak bala penyakit dan kesembuhan. Na'udzubillah. Sesungguhnya Allah meminta kita untuk berikhtiar dalam mencari kesembuhan, tapi tidak dengan cara-cara tercela, apalagi dengan cara-cara yang menjatuhkan kita dalam kesyirikan. Islam telah memberikan banyak pengobatan. Seperti thibbun nabawi dengan bekam, madu, minyak zaitun, dan lain-lain. Sekali lagi, semoga kita tidak terjebak dalam pengobatan tak syar'i, misalnya dengan mendatangi dukun dan sejenisnya. Dan ingat pula untuk selalu menjaga diri baik lahir maupun batin. (ummu deedat)
* Sumber : Majalah Nikah Volume 6 No. 11 (15 Februari-15 Maret 2008 / Shafar- Rabiul Awal 1429).
Take and give
prophetic management
By; Agus Siswanto
CEO PT Bakti Insan Globalindo (BIG Consulting)
Ilmu marketing hanyalah sebagai sebuah pendekatan saja. Dalam propetic management justru kekuatan ilahiah ya harus menjadi perhatian.
Sering kali oramg bertanya-tanya , mengapa tiba-tiba seseorang menjadi sangat dermawan,pemurah,atau menjadi sanagat ringan tangan dalam membantu orang lain yg tengah mengalami kesulitan.beragam alasan bisa kita dapatkan.bukan tidak mungkin, seseorang menjadi demawan karena ingin dipuji dan disanjung sebagai seorang yg suka berderma.
Seseorang bisa menjadi sangat pemurah ,karena berharap bisa mendapatkan sesuatu dari yg telah diberikan kepada orang lain .atau mungkin seseorang menjadi sangat ringan tangan karena ada pamrih tertentu.secara umum,memberi adalah aktivitas yg menyebabkan berkurangnya sesuatu yg kita miliki. karena itu ketika kita memberi kepada orang lain akan mengurangi ”apapun ” yg kita miliki.
Ditijau dari sisi perhitungan apapun,memberi berarti mengurangi asset yg kita miliki dan .itu merupakan gambaran dari sisi kehidupan duniawi. sementara dari sisi agama , banyak sekali aturan perintah atau himbauan agar kita menjadi orang ”yang bersifat pemberi atau menjadi orang yg dermawan . Yang menjadi pertanyaan adalah apakah pernah terjadi seseorang yang dermawan, dan ikhlas karena dorongan agama kemudian menjadi bangkrut ? Jawabannya : Tidak !!! belum pernah terjadi dalam sejarah orang yg sangat dermawan , rajin memberi kemudian bangkrut,mengapa ??
Rahasia tentang masalah ini sebenarnya terletak pada pemahaman dan implementasi Tauhid seseorang , yakni sejauh mana keyakinan seseorang meyakini perintah-perintah Allah dan Rasullnya secara hukum duniawi, ketika kita memberi maka dengan sendirinya berkuraah aset yg kita miliki, akan tetapi Allah dengan ke Mahaan-Nya memiliki skenario tersendiri untuk menambah aset tersebut dengan beragam cara, bentuk dan metode, baik langsung maupun tidak langsung ,sehingga aset si pemberi tadi menjadi bertambah . itulah yg kita namakan Take (mengambil) dari Allah SWT . untuk mendapatkannya kita harus mau Give (memberi)
Fenomena dalam bisnis
Salah seorang CEO BUMN pernah bercerita bahwa dia sama sekali buta dengan ilmu marketing tetapi fakta menunjukan bahwa dialah yg justru mampu memberi kontrisbusi market terbesar dibanding dengan divisi atau direktorat pemasaran lain di perusahaannya ,apa rahasianya ? , ”Saya setiap ketemu dengan calon klien atau siapapun yang berpotensi menjadi klien saya, maka yg terpikir oleh saya adalah niat ikhlas untuk dapat memberi atau dapat berkontribusi bagi kemajuan perusahaan si klien tersebut”.
Kebetulan si CEO tersebut memiliki talenta yang meyakinkan dalam bidang “ financial enginering”. Kemanapun dia silaturahim , dimanapun dia bertemu klien, hal yang pertama kali yang ditawarkan bukanlah produk perusahaaanya , akan tetapi sapaan lembut, bersahaja, penuh sopan santun. ”Apa yang bisa kami bantu untuk perusahaan bapak? Kebetulan saya punya kompetensi ini dan itu, kebetulan saya punya network kesana dan kesitu, barang kali ada yg bisa di manfaatkan ”. Dan rata-rata para klien dengan senang hati menyambut uluran tadi , jadilah si CEO tadi menjadi konsultan yang free of charge bagi para kolega,sahabat,mitra bisnis dan relasinya.
Pada suatu saat tatkala si CEO tersebut asyik menyimak paparan “progress report” dari direktur marketing dan jajarannya tentang susahnya menembus perusahaan-perusahan yang menjadi target” marketnya” , tiba-tiba telpon di seberang sana berdering. Seorang bos sebuah perusahaan menanyakan apakah produk perusahaannya (mesin) dapat diuji coba di tempat bos tadi .
Seketika CEO tadi meminta kepada direktur pemasaran dan jajarannya agar menindak lanjuti tawaran uji coba tadi, dengan serta merta mereka terbengong bengong karena perusahaan yg bosnya menelepon itu merupakan salah satu perusahaan yang selama ini sangat sulit di tembus oleh tim marketing . Tim marketing bercerita bahwa proposal tidak pernah sampai ke level CEO, sering kali baru sampai level bawah , tim marketing sudah di jegal ,sehinnga gagal melulu . Tim marketing ini menanyaan kiat apa yg dilakukan oleh bosnya itu? . Sang CEO menjawab singkat ”Give!” give dan give , inilah barang kali yang sering terlupa oleh kita. Kekuatan Sang Maha Kuasa yg mampu membolak balikan hati manusia sering kali tidak pernah kita perhitumgkan.
Dalam prohetic management justru kekuatan inilah menjadi faktor yg harus menjadi perhatian. Salah satu bentuknya adalah bagaimana menerapkan nilai-nilai Ilahiah tadi dalam konteks hubungan bisnis. Tentu, yg menjadi dasarnya adalah niat yang ikhlas dan berikhtiar yang cerdas, dan ketika sudah berikhtiar berserah dirilah kepada Allah SWT . Jadi, kalaulah berkembang ilmu-ilmu marketing saat tentu hanyalah sebagai sebuah pendekatan saja. Kita tidak perlu sombong dengan ilmu itu , seolah-olah apa yg kita mau dapat kita capai dan pasti bisa kita capai dengan tools marketing yang terkadang sangat kita bangga banggakan, apalgi yang berbau dari asing wallohu alam bisowab. (*)
Rabu, 25 April 2012
TINJAUAN SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW KAITANNYA DENGAN ENTREPRENEURSHIP
Tinjauan syiroh Nabawiyah yang berkenaan dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW dalam aktivitas usaha, merupakan sesuatu yang urgent sebelum membahas berbagai aspek yang terkait dengan kehidupan muslim entrepreneur. Untuk itu tinjauan syiroh lebih difokuskan kepada hal-hal yang terkait langsung dengan ruang lingkup entrepreneurship.
Sebelumnya perlu kita ketahui bahwa figur yang dimaksudkan adalah Muhammad bin Abdullah, bin Abdul Mutthalib, bin Hasyim. Hasyim adalah termasuk suku Quraisy, suku Quraisy termasuk bangsa Arab, sedang bangsa Arab termasuk keturunan Nabi Ismail, putera Nabi Ibarahim Al-Khalil. Semoga Allah melimpahkan kepadanya dan kepada Nabi kita sebaik-baik shalawat dan salam. Beliau berumur 63 tahun; diantaranya 40 tahun sebelum beliau menjadi Nabi dan 23 tahun sebagai Nabi serta Rasul. Tempat asal beliau adalah Makkah. Telaahan periodisasi dari sejarah difokuskan pada periode-periode dimana Nabi Muhammad SAW beraktifitas langsung sebagai seorang wirausahawan.
3.1. Periode Sebelum Bermitra Dengan Khadijah
Kehidupan bangsa Arab merupakan fakta yang telah dikenal dalam sejarah. Mata pencaharian penduduk dikawasan tersebut pada khususnya - dengan kondisi wilayah yang kering,padang pasir,penuh dengan bebatuan dan pegunungan tandus - adalah berdagang. Kondisi tanah disebagian besar wilayah Hijaz,khususnya disekitar Makkah memang seperti itu; kering,berpasir,berbatu-batu dan langka air. Tidak ada hasil pertanian yang dapat dipetik diwilayah itu. Gambaran kondisi geografis tersebut juga digambarkan dalam QS 14:47 sebagaimana tampak dalam do'a Nabi Ibrahim :
“Diminumnnya air nanah itu dan hampir Dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi Dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada azab yang berat”.
Oleh karenanya maka mayoritas masyarakat di kawasan tersebut berprofesi sebagai pedagang, sebuah profesi yang sangat independen, dan terhormat dikala itu.
Dengan kondisi Makkah yang sangat strategis dimana disitu sudah terdapat bangunan Rumah Suci ka'bah, menjadi daya magnet tersendiri bagi segenap masyarakat untuk datang ketempat yang tandaus itu untuk melakukan ritual .
Selain itu kondisi geografis Makkah termasuk sangat strategis, dimana Makkah menjadi tempat persinggahan para khalifah yang datang dan pergi menuju ke kota pusat perniagaan. Di Makkah telah tersedia pasar-pasar yang sebagai tempat pertukaran barang-barang antar para saudagar dari Asia Tengah, Syam,Yaman, Mesir,India,Irak,Ethiopia, Persia dan Rum. Mengingat posisi Makkah yang berada dalam suatu lembah yang tandus, maka mata pencaharian dari penduduknya tiada lain kecuali hanya dengan berdagang. Bermacam-macam peran yang dimainkan penduduk Makkah dalam hal pernaiagaan, ada sebagian mereka yang bergerak dibidang ekspor impor, ada yang menjadi perantara tukar menukar barang antara pedagang-pedagangyang melintasi kota Makkah. Ada pula yang bergerak dibidang perbankan,mereka menanam modal kepada para pedagang kecil dengan bunga sebesar laba, dan sebagian lagi ada yang menjadi rentenir yang mencari keuntungan dari membungakan uang.
Setelah kematian kakeknya Abdul Muthalib, Muhammad tinggal bersama dengan pamannya,Abu Thalib,yang berprofesi sebagai pedagang,sebagaimana kebanyakan penduduk Qurasy lainnya. Sebab berdagang merupakan pendapatan utama penduduk kota Makkah.
Kemudian pada masa itu pula Muhammad yang kala itu dalam pengasuhan pamannya Abu Tholib mulai tumbuh kembang sebagai seorang remaja. Kondisi pamannya yang sangat memprihatinkan dari segi ekonomi , termasuk karena memiliki beban tanggungan keluarga yang besar. Kondisi ini digambarkan pula dalam catatan sejarah lainnya bahwa Pengasuhan Muhammad di pegang oleh Abu Talib, sekalipun dia bukan yang tertua di antara saudara-saudaranya. Saudara tertua adalah Harith, tapi dia tidak seberapa mampu. Sebaliknya Abbas yang mampu, tapi dia kikir sekali dengan hartanya. Oleh karena itu ia hanya memegang urusan siqaya (pengairan) tanpa mengurus rifada (makanan). Sekalipun dalam kemiskinannya itu, tapi Abu Talib mempunyai perasaan paling halus dan terhormat di kalangan Quraisy. Dan tidak pula mengherankan kalau Abd'l-Muttalib menyerahkan asuhan Muhammad kemudian kepada Abu Talib.
Untuk itu Muhammad mulai membantu pekerjaan-pekerjaan pamanya, sebagai bagian dari tanggungjawab sebagai salah seorang dari anggota keluarga tersebut. Muhammad pun mulai ikut menggembala kambing.
Muhammad menyertai pamannya pergi bersama kafilah kenegeri Syam, ketika ia berusia 16 tahun. Dalam perjalanannya ke Syam inilah kemudian semakin menambah wawasan dan juga pengalaman pada diri Muhammad akan realitas kehidupan jahiliyyah dengan beragam versinya. Menjelang usia dewasa Muhammad mulai berjualan sendiri atau mandiri mengingat kondisi perekonomian pamannya Abu Thalib yang kurang memadai dengan beban keluarga yang besar, sehingga dengan mandiri maka diharapkan tidak akan menajdi beban pamannya. Muhammad mulai berdagang kecil-kecilan, ia membeli barang-barang dari suatu pasar dan menjualnya kembali pada orang lain. Dalam menjalankan bisnisnya ini , yang dilakukan dengan sangat menjunjung tinggi reputasinya yang menjalankan bisnis dengan penuh kejujuran, rajin,percaya diri, dan memiliki integritas diri yang baik sehingga sampai-sampai penduduk Makkah, sering menyebutnya dengan sebutan Siddiq (jujur) dan Amin (terpercaya).
3.2. Periode Bermitra Dengan Khadijah
Sementara itu sudah menjadi tradisi dikalangan masyarakat Makkah bahwa sering terjadi kerjasama antara mereka yang memiliki kelebihan harta atau kekayaan khususnya dikalangan para janda yang kaya atau anak-anak yatim yang memiliki harta banyak ,tetapi tidak memiliki kemampuan berdagang, kemudian bekerjasama dengan orang lain yang memiliki kemampuan berdagang.
Situasi seperti ini sangat kondusif bagi tumbuhkembangnya Muhammad dalam merintis usaha berdagang, disamping selama ini telah mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari sang paman Abu Tholib. Seiring dengan perkembangan usia dan juga tuntutan ekonomi pada keluarga Abu Thalib, maka Muhammad yang beranjak dewasa makin mengembangkan usaha-usaha dagangnya. Reputasi yang telah terbangun selama ini menjadi faktor yang memudahkan untuk terjalinnya kerjasama dengan para pihak yang memiliki kelebihan modal atau hartanya, dimana salah satunya adalah seorang janda kaya bernama Khadijah.
Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul ‘Uzza bin Qushai adalah seorang janda keturunan bangsawan Qurasy, memiliki pribadi yang luhur dan akhlak yang mulia. Dalam kehidupan sehari-harinya senantiasa memelihara kesucian dan martabat dirinya, sehingga dikalangan penduduka Mekah ia diberi gelar “ At-Thahirah”. Ia memiliki pikiran yang tajam,lapang dada, kuat dan tinggi cita-citanya. Ia suka menolong orang yang hidupnya berkekurangan dan sangat penyantun kepada orang-orang yang lemah. Khadijah dikenal pula sebagai wanita yang pandai berdagang, akan tetapi aktivitas perdagangannya tidak dilakukan sendiri, melainkan dibawa oleh beebrapa orang kepercayaannya, atau oleh orang –orang yang sengaja mengambil upah untuk membawakan daganganya ke Syam atau ketempat lainnya. Perdagangannya sangat maju, sehingga ia terhitung sebagai salah satu warga kota Mekah yang kaya raya dan sangat dermawan.
Dari catatan sejarah kemitraan yang terjalin antara Muhammad dan Khadijah ditandai dengan adanya berbagai perjalanan dagang dengan modal sepenuhnya dari Khadijah, dimana Nabi membawa barang-barang dagangnganya diantara kepasar Habasyah, yang merupakan kota dagang di Tahamah. Dan salah satu perjalanan ini menjadi sangat terkenal sebab pada kahirnya Khadijah melayangkan usulan menikah melalui pembantunya, perjalanan dagang dimaksud adalah ketika menuju Busra di Syiria, dimana kala itu Muhammad berusia 25 tahun, total perjalanan misi dagang Nabi selain ke Syiria ketika bermitra dengan Khadijah tercatat sebanyak 4 (empat) kali, dua kali ke Habasyah dan dua kali ke Jorasy. Bahkan dalam catatan lainnya Nabi pun pernah mengadakan perjalanan bisnis ke Bahrain.
Dalam menjalankan aktivitas dagangnya , ketika bermitra dengan Khadijah tadi, keluhuran akhlak, integritas diri serta segala kepiawaian Nabi dalam berdagang sangat jelas tergambar, dimana hal ini dibuktikan dari prestasi Nabi ketika berdagang di Busra mendapatkan nilai keuntungan dua kali lipat dibanding para pedagang lainnya, sehingga hal ini merupakan prestasi yang luar biasa yang selama ini belum pernah terjadi pada para pedagang manapun sebelumnya. Sehingga sebagai imbalannya kemudian Khadijah memberikan imbalan berupa bagian keuntungan yang lebih besar daripada yang telah mereka sepakati sebelumnya.
Dari catatan-catatan sejarah tersebut diatas, sejak usia menjelang dewasa hampir sebagian besar aktivitas Nabi adalah berdagang, hal ini mengingat akan kesadaran terhadap tanggungjawab yang tidak terelakkan sebagai bagian dari keluarga besar pamannya Abu Thalib yang relatip memiliki beban finansial yang besar tetapi tidak didukung oleh income yang memadai. Aktivitas dagang pun mengikuti sebuah proses yang cukup memakan waktu, dimana pada awalnya pun tidak jarang Nabi terkadang bekerja untuk mendapatkan upah dan terkadang bekerja sebagai agen untuk beberapa pedagang kaya di kota Makkah, kemudian seiring dengan reputasi bisnis serta integritas moral yang tinggi yang dimilikinya utamanya dari kejujuran serta sikap yang sangat santun, maka pada fase berikutnya berkembang kearah skala dan ruang lingkup yang lebih besar karena adanya pola kemitraan. Besarnya ruang lingkup bisnis Nabi ketika menjelang usia dewasa terbukti dari rute perjalanan yang dijalaninya sudah mencapai skala internasional, lintas wilayah atau bahkan negara kala itu.
3.3. Periode Setelah Perkawinan dengan Khadijah
Setelah menikah dengan Khadijah, nabi tetap melangsungkan usaha perdagangannya seperti biasa, namun sekarang nabi bertindak seabagai manajer sekaligus mitra dalam usaha istrinya, bahkan Nabi diberi kebebasan untuk mengelola harta kekayaan Khadijah . Berkaitan dengan fungsi dan peran setelah menikah dengan Khadijah ini, Nabi lebih leluasa melakukan berbagai aktivitas dagang ke penjuru yang lebih luas, dari catatan sejarah Nabi sempat beberapa kali melakukan kunjungan dagang ke berbagai pusat perdagangan dan pekan dagang diseluruh penjuru negerinya serta ke negara-negara tetangga.
Sejak perkawinannya (dalam usia 25 tahun) hingga datangnya panggilan tugas kenabian (pada usia 40 tahun), maka Nabi telah melakukan perjalanan dagang ke berbagai daerah semenanjung Arab dan negeri-negeri perbatasan Yaman,Bahrain,Irak dan Syiria.
Senin, 12 Desember 2011
SERIAL TULISAN TOBE MOSLEM ENTREUPRENERSHIP
Untuk rekan dan sahabat kaum profesional yang semoga di muliakan elah Allah SWT, sekedar berbagi untuk rekan dan sahabat dari kumpulan tulisan lama saya saat kuliah di Magister Manajemen berkenaan dengan Moslem Entreupreneur, semoga bermanfaat terutama bagi para profesional yang akan berpindaj "kuandrant" dari kuadran Satu ke Kuadran Empat (versi Robert Kiyosaki)
Siapa Yang Disebut Sebagai Wirausaha
Istilah Wirausaha nampaknya lebih tepat dibanding wiraswasta, dalam hal ini maka wirausaha dapat dikategorikan sebagai sebuah profesi,maka orangnya bisa disebut wirausahawan, dan siapa saja yang dapat digolongkan kedalam kriteria wirausaha, atau dalam istilah yang lain .cukup disebut entrepreneur tersebut.
Ma,mun Sarma dan Soedarsono (2002 : 30) dalam bukunya merangkum beberapa pendapat tentang siapa wirausahawan itu atau entrepreneur :
1. Dalam kamus Webster dikatakan bahwa entrepreneur = one who organize,manages, and assumes the risk of a business or entreprise (Seseorang yang mengorganisasi,mengelola dan mengambil resiko atas suatu bisnis atau perusahaan.
2. Meredith et al , (1995) memberikan penekanan bahwa seorang wirausahawan adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai peluang bisnis,mengumpulkan sumberdaya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan darinya dan bertindak tepat untuk memastikan sukses. Seorang wirausahawan juga bisa disebut sebagai seornag yang berorientasi pada tindakan dan bermotivasi tinggi serta berani mengambil resiko dalam mengejar tujuannya.
3. Hawkin dan Turla (1993), menyatakan bahwa entrepreneur itu bisa siapa saja, mulai dari penjaga toko sampai dengan konsultan, dari one-man enterprise sampai pengusaha supermarket,daripenjaga toko kue sampai delaer mobil, wirausahawan menjual apa saja dari cacing sampai perlatan elektronika, dari kue sampai mobil dan lain sebagainya, Entrepreneur adalah orang yang mampu mengatur ,menjalankan dan menanggung resiko bagi pekerjaan bisnis yang dijalaninya.
Faktor-Faktor Yang Mendorong Menjadi Wirausaha
Kompleksitas persoalan manusia tidak luput dengan persoalan yang dihadapi seseorang ketika memutuskan menjadi seorang wirausahan, sekurang-kurangnya ada 7 (tujuh alasan) seseorang terjun menjadi wirausahawan :
1. Karena ingin cepat kaya
2. Ingin bebas tidak diatur oleh orang lain
3. Ingin mewujudkan ide/gagasan/ilmu dengan leluasa
4. Karena keadaan yang terdesak
5. Penghasilan tidak terbatas
6. Ingin mandiri
7. Memperoleh kepuasan atau kebanggaan tersendiri.
Dalam konteks yang lain disebutkan bahwa motif seseorang menjadi wirausaha karena beberapa alasan sebagai berikut :
1. “Kepepet” oleh desakan untuk ‘hidup’ atau daripada menganggur
2. Ingin mandiri, yaitu (i) mampu memperoleh penghasilan sendiri, dan (ii) lepas dari ketergantungan orang tua maupun orang lain.
3. Ingin hidup lebih kreatif,bebas dan tidak terikat
4. Ingin menikmati jerih payah dari bisnis sendiri
5. Ingin beramal shaleh untuk orang lain (memberi lapangan kerja) dan sebagainya
Purdi E Chandara mengatakan bahwa orang terjun ke dunia entrepreneur ternyata tidak melulu alasan atau motifnya karena uang tetapi karena masalah visi kehidupan yang ingin diraihnya,misal ingin menciptkan lapangan kerja, atau ingin menciptakan sebuah bisnis yang darinya nanti dapat memberikan dampak sosial bagi kesejahteraan bagi masayarakat .
Disisi lain sering pula dikatakan bahwasanya dorongan berkarya merupakan unsur utama bagi tercapainya sukses dalam berusaha . Dan bagi entrepreneur sejati, uang bukanlah perangsang untuk berusaha,melainkan lebih banyak menjalankan fungsi sebagai pengukur sukses dari usaha yang dijalankan, bahkan dalam beberapa hal motivasi berwirasusaha didorong oleh faktor religi atau keinginan untuk beramal shaleh memberikan kebajikan bagi sesama dalam bentuk penyediaan lapangan kerja atuu agar dapat memberikan dana-dana kebajikan dalam bentuk zakat,infak atau shodaqoh lebih banyak dibandingkan dengan orang lain.
Oleh karena itu terdapat paling tidak ada 8 fungsi yang dijalankan oleh seorang wirausaha , yakni
1. Menyadari adanya kesempatan atau peluang dilingkungannya.
2. Mengambil risiko atas pemanfaatan peluang
3. Memobilisasi modal untuk sebuah usaha.
4. Memperkenalkan berbagai inovasi bisnis.
5. Mengorganisasikan tenaga kerja dan produksi.
6. Membuat keputusan dalam bisnisnya.
7. Merencanakan masa depan yang lebih baik
8. Menjual produk untuk mendapatkan keuntungan
Siapa Yang Disebut Sebagai Wirausaha
Istilah Wirausaha nampaknya lebih tepat dibanding wiraswasta, dalam hal ini maka wirausaha dapat dikategorikan sebagai sebuah profesi,maka orangnya bisa disebut wirausahawan, dan siapa saja yang dapat digolongkan kedalam kriteria wirausaha, atau dalam istilah yang lain .cukup disebut entrepreneur tersebut.
Ma,mun Sarma dan Soedarsono (2002 : 30) dalam bukunya merangkum beberapa pendapat tentang siapa wirausahawan itu atau entrepreneur :
1. Dalam kamus Webster dikatakan bahwa entrepreneur = one who organize,manages, and assumes the risk of a business or entreprise (Seseorang yang mengorganisasi,mengelola dan mengambil resiko atas suatu bisnis atau perusahaan.
2. Meredith et al , (1995) memberikan penekanan bahwa seorang wirausahawan adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai peluang bisnis,mengumpulkan sumberdaya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan darinya dan bertindak tepat untuk memastikan sukses. Seorang wirausahawan juga bisa disebut sebagai seornag yang berorientasi pada tindakan dan bermotivasi tinggi serta berani mengambil resiko dalam mengejar tujuannya.
3. Hawkin dan Turla (1993), menyatakan bahwa entrepreneur itu bisa siapa saja, mulai dari penjaga toko sampai dengan konsultan, dari one-man enterprise sampai pengusaha supermarket,daripenjaga toko kue sampai delaer mobil, wirausahawan menjual apa saja dari cacing sampai perlatan elektronika, dari kue sampai mobil dan lain sebagainya, Entrepreneur adalah orang yang mampu mengatur ,menjalankan dan menanggung resiko bagi pekerjaan bisnis yang dijalaninya.
Faktor-Faktor Yang Mendorong Menjadi Wirausaha
Kompleksitas persoalan manusia tidak luput dengan persoalan yang dihadapi seseorang ketika memutuskan menjadi seorang wirausahan, sekurang-kurangnya ada 7 (tujuh alasan) seseorang terjun menjadi wirausahawan :
1. Karena ingin cepat kaya
2. Ingin bebas tidak diatur oleh orang lain
3. Ingin mewujudkan ide/gagasan/ilmu dengan leluasa
4. Karena keadaan yang terdesak
5. Penghasilan tidak terbatas
6. Ingin mandiri
7. Memperoleh kepuasan atau kebanggaan tersendiri.
Dalam konteks yang lain disebutkan bahwa motif seseorang menjadi wirausaha karena beberapa alasan sebagai berikut :
1. “Kepepet” oleh desakan untuk ‘hidup’ atau daripada menganggur
2. Ingin mandiri, yaitu (i) mampu memperoleh penghasilan sendiri, dan (ii) lepas dari ketergantungan orang tua maupun orang lain.
3. Ingin hidup lebih kreatif,bebas dan tidak terikat
4. Ingin menikmati jerih payah dari bisnis sendiri
5. Ingin beramal shaleh untuk orang lain (memberi lapangan kerja) dan sebagainya
Purdi E Chandara mengatakan bahwa orang terjun ke dunia entrepreneur ternyata tidak melulu alasan atau motifnya karena uang tetapi karena masalah visi kehidupan yang ingin diraihnya,misal ingin menciptkan lapangan kerja, atau ingin menciptakan sebuah bisnis yang darinya nanti dapat memberikan dampak sosial bagi kesejahteraan bagi masayarakat .
Disisi lain sering pula dikatakan bahwasanya dorongan berkarya merupakan unsur utama bagi tercapainya sukses dalam berusaha . Dan bagi entrepreneur sejati, uang bukanlah perangsang untuk berusaha,melainkan lebih banyak menjalankan fungsi sebagai pengukur sukses dari usaha yang dijalankan, bahkan dalam beberapa hal motivasi berwirasusaha didorong oleh faktor religi atau keinginan untuk beramal shaleh memberikan kebajikan bagi sesama dalam bentuk penyediaan lapangan kerja atuu agar dapat memberikan dana-dana kebajikan dalam bentuk zakat,infak atau shodaqoh lebih banyak dibandingkan dengan orang lain.
Oleh karena itu terdapat paling tidak ada 8 fungsi yang dijalankan oleh seorang wirausaha , yakni
1. Menyadari adanya kesempatan atau peluang dilingkungannya.
2. Mengambil risiko atas pemanfaatan peluang
3. Memobilisasi modal untuk sebuah usaha.
4. Memperkenalkan berbagai inovasi bisnis.
5. Mengorganisasikan tenaga kerja dan produksi.
6. Membuat keputusan dalam bisnisnya.
7. Merencanakan masa depan yang lebih baik
8. Menjual produk untuk mendapatkan keuntungan
Jumat, 22 Juli 2011
TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN, PROFESIONAL SEJATI ..BISA
TIDAK ADA YANG TAK MUNGKIN
PAUL ARDEN ADALAH pakar berpikir kreatif kaliber internasional. Karena terbiasa berpikir kreatif, maka ia mempnyai prinsip ‘tak ada yang tak mungkin’. Berikut ini adalah pemikirannya tentang bagaimana caranya kita bisa meraih hal-hal yang kita sangka tak mungkin kita dapatkan :
1. Bercita-citalah melebihi kemampuan anda
2. Jangan pedulikan batas kemampuan anda
3. Lakukanlah hal-hal yang menurut anda mampu anda kerjakan
4. Bila anda pikir anda tidak bisa diterima bekerja di perusahaan terkemuka, jadikanlah itu cita-cita anda
5. Bila anda pikir anda tidak mampu memiliki perusahaan sendiri, jadikanlah itu cita-cita anda
6. Milikilah visi, dan susunlah langkah-langkah untuk membuat visi itu menjadi kenyataan
Camkanlah : tak ada yang tak mungkin
It’s not how you are, it’s how god you want to be
PAUL ARDEN ADALAH pakar berpikir kreatif kaliber internasional. Karena terbiasa berpikir kreatif, maka ia mempnyai prinsip ‘tak ada yang tak mungkin’. Berikut ini adalah pemikirannya tentang bagaimana caranya kita bisa meraih hal-hal yang kita sangka tak mungkin kita dapatkan :
1. Bercita-citalah melebihi kemampuan anda
2. Jangan pedulikan batas kemampuan anda
3. Lakukanlah hal-hal yang menurut anda mampu anda kerjakan
4. Bila anda pikir anda tidak bisa diterima bekerja di perusahaan terkemuka, jadikanlah itu cita-cita anda
5. Bila anda pikir anda tidak mampu memiliki perusahaan sendiri, jadikanlah itu cita-cita anda
6. Milikilah visi, dan susunlah langkah-langkah untuk membuat visi itu menjadi kenyataan
Camkanlah : tak ada yang tak mungkin
It’s not how you are, it’s how god you want to be
Minggu, 17 Juli 2011
KIAT "MEMENEJ" WAKTU BAGI PROFESIONAL
1.SELESAIKAN PEKERJAAN sehari-hari – utamakan masalah yang terpenting dahulu.
2.Untuk menghemat waktu, kelompokkan aktivitas-aktivitas sejenis dan yang saling berkaitan.
3.Bagilah tugas-tugas besar menjadi langkah-langkah yang bisa dikerjakan.
4.Buat jadwal waktu untuk setiap proyek.
5.Untuk memperoleh hasil maksimal, berkonsentrasilah dan rampungkan tugas selangkah
demi selangkah.
6.Untuk mempertahankan semangat agar tetap tinggi, selesaikan setiap tugas dengan
tuntas.
7.Untuk mencegah penundaan- ”KERJAKAN TUGAS ITU SEKARANG JUGA”.
Sumber : DEBRA SMITH "Management Development Seminar"
2.Untuk menghemat waktu, kelompokkan aktivitas-aktivitas sejenis dan yang saling berkaitan.
3.Bagilah tugas-tugas besar menjadi langkah-langkah yang bisa dikerjakan.
4.Buat jadwal waktu untuk setiap proyek.
5.Untuk memperoleh hasil maksimal, berkonsentrasilah dan rampungkan tugas selangkah
demi selangkah.
6.Untuk mempertahankan semangat agar tetap tinggi, selesaikan setiap tugas dengan
tuntas.
7.Untuk mencegah penundaan- ”KERJAKAN TUGAS ITU SEKARANG JUGA”.
Sumber : DEBRA SMITH "Management Development Seminar"
10 KARAKTER PEMIMPIN
DALAM SEMINAR UNTUK para eksekutif yang telah diselenggarakan selama 4 tahun oleh Universitas Santa Clara dan konsultan manajemen Tom Peters Group, lebih dari 5.200 manajer senior telah ditanyai tentang karakter pemimpin. Inilah 10 karakter yang paling dikagumi dari seorang pemimpin :
1. Jujur
2. Kompeten
3. Memiliki visi jauh ke depan
4. Inspirasional
5. Cerdas
6. Adil
7. Berwawasan luas
8. Berani
9. Tidak mencla-mencle
10. Imajinatif
Sumber : Secret of Executive Success
1. Jujur
2. Kompeten
3. Memiliki visi jauh ke depan
4. Inspirasional
5. Cerdas
6. Adil
7. Berwawasan luas
8. Berani
9. Tidak mencla-mencle
10. Imajinatif
Sumber : Secret of Executive Success
Sabtu, 16 Juli 2011
TIPS MENGOBATI SEGALA PENYAKIT UNTUK PARA PROFESIONAL (SHODAQOHLAH)!!!
OBAT SEGALA PENYAKIT
Menurut pengalaman pasien
Penyakit di zaman ini telah menyebar dan bermacam-macam tidak mengenal tempat, waktu atau korban, bahkan sebagiannya sangat menyulitkan para dokter dalam mengobatinya, seperti kanker dan sejenisnya sekalipun ada terapi untuk itu. Allah tidak mengirim penyakit melainkan ada obatnya, akan tetapi belum diketahui obatnya karena sebuah hikmah yang agung yang diinginkan Allah SWT. Barangkali termasuk sebab terbesar dari berbagai macam penyakit ini adalah maksiat dan pelanggaran syariat yanh di lakukan terang-terangan tanpa tedeng aling-aling. Oleh sebab itulah beragam penyakit tersebut menyerang dan menjangkiti hamba, Allah SWT berfirman yang artinya :
“ Dan apa saja musibah yg menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura : 30)
Termasuk hikmah belum ditemukan obat atas sebagian penyakit adalah ujian Allah bagi hamba-hamba-Nya di dunia yang penuh musibah, bencana, dan penyakit. Ketika saya banyak pasien mengerang kesakitan, banyak orang yang membutuhkan pengobatan menahan derita mengetuk setiap pintu dan mengambil semua sebab, hanya saja mereka melewatkan pintu Rabb Al Arban, maka kaliamat ini saya hadiahkan kepada setiap yang sakit untuk meringankan rintihannya, menghilangkan keluh kesahnya, serta mengobati rasa sakitnya. Wahai anda yang sedang sakit yang sedang merana,wahai anda yang resah gelisah, wahai orang yang diuji dengan penyakit lagi buta, semoga keselamatan dilimpahkan pada anda seukuran hebatnya rintihan anda, sebanyak air mata anda yang tertumpah, semoga keselamatan dilimpahkan kepada anda sebanyak ungkapan duka nestapa yang keluar dari bibir anda.
Sakit ini telah memutus hubungan anda dari manusia, dari sehat menjadi sakit, manusia sedang tertawa sementara anda menagis menahan derita. Rasa sakit anda tidak bisa dialihkan sekalipun dengan tidur, betapa sangat anda mengharapkan kesembuhan walau beberapa besarnya biaya yang harus anda keluarkan.
Saudaraku yang sedang sakit, aku tidak ingin menambah lukamu menganga, justru aku ingin memberikan obat mujarab kepadamu. Aku ingin melihat engkau istirahat dengan tenang dengan izin Allah, dari kesakitan selama ini. Sesungguhnya obat yang kumaksud ada dalam sabda Rasulullah SAW yanh artinya :
“Obatilah orang – orang sakit diantaramu dengan sedekah” (HR. Baihaqi. Hadits ini di hasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’)
Benar saudaraku, sedekahlah obatnya, sedekah dengan niat mencari kesembuhan dari Allah. Mungkin engkau telah banyak bersedekah, akan tetapi semuanya tidak engkau niatkan agar Allah menyembuhkanmu dari sakit, karena itu cobalah sekarang juga, dan percayalah Allah akan memberi kesembuhan kepadamu, kenyangkan orang fakir, atau biayai anak yatim, atau dukunglah proyek sosial yang baik atau sedekah jariyah.
Sungguh sedekah itu bisa mengangkat segala penyakit, segala musibah dan malapetaka, banyak orang yang diberi petunjuk oleh Allah telah merasakan hal ini, mereka menemukan bahwa pengobatan rohani lebih mujarab daripada obat materi. Rasulullah SAW juga mengobati dengan doa-doa, demikian pula generasi salaf, mereka bersedekah sesuai dengan tingkat sakit dan musibah, mereka menginfaqkan sesuatu yang paling berharga dari milik mereka. Jangan pelit dan bakhil terhadap diri sendiri jika engkau memang memiliki harta dan kemudahan. Ingatlah kesempatan telah datang.
Dikisahkan bahwa ada seorang bertanya kepada Abdullah bin Al-Mubarak ra. Tentang sakit yang ia rasakan pada dua lututnya sejak tujuh tahun lalu. Ia telah berusaha mengobatinya dengan segala macam pengobatan, bertanya kepad apara dokter tetapi tidak berguna. Ibn Al-Mubarak berkata, “Coba kamu gali sumur, karena orang-orang membutuhkannya, aku mengharapkan air bersumber di sana, dan darah (sakit) yang kau derita sembuh karenanya.” Ia pun segera melakukannya, dan sembuh. (kisah ini disebutkan dalam ShahihAt-Targhib).
Dikisahkan ada seorang terserang kanker, ia berkeliling dunia mencari obatnya tetapi tidak berhasil juga, kemudian ia bersedekah kepada ibu anak-anak yatim, dan Allah pun memberi kesembuhan kepadanya.
Kisah lain diceritakan kepadaku oleh pelakunya sendiri. Ia mengatakan, ”Aku punya anak perempuan kecil, ia terserang penyakit ditenggorokannya. Aku membawanya ke rumah sakit dan telah banyak ku tanyakan kepada para dokter, tetapi semuanya tidak berguna. Penyakitnya semakin akut, bahkan hampir saja aku sakit karena sakitnya yang benar-benar membingungkan keluarga. Akhirnya kami hanya bisa memberinya suntikan untuk meringankan rasa sakit, dan kami pun berputus asa kecuali dari rahmat Allah. Suatu saat muncul harapan jalan keluar. Salah seorang shalih menghubungi kami, ia menyebutkan satu hasits Rasulullah SAW, “Obatilah orang sakitmu dengan sedekah.” Aku bilang kepadanya bahwa telah banyak sedekah yang aku keluarkan. Ia mengatakan, ”Bersedekahlah dengan niat untuk kesembuhan putrimu!” aku pun menuruti. Aku bersedekah dengan biasa-biasa saja kepada salah satu fakir miskin, tetapi tidak ada perubahan. Aku sampaikan hal itu kepadanya, ia mengatakan, ” anda termasuk orang berada, punya banyak harta, mestinya sedekah anda sebanding dengan kekayaan anda.” maka kali ini aku penuhi mobilku dengan deras, daging ayam, dan banyak mahal yang mahal nilainya, kemudian aku bagi-bagikan kepada banyak orang yang membutuhkan, mereka bergembira dengan pemberianku. Demi Allah, aku tidak pernah mengira sebelumnya bahwa suntikan terakhir yang diberikan kepada putriku adalah ketika diberikan kepadanya sebelum sedekahku. Ternyata putriku benar-benar sembuh- segala puji bagi Allah. Maka aku menjadi yakin bahwa sebab terbesar dari kesembuhan putriku adalah sedekah. Sekarang ini putriku telah melewati tiga tahun tahun tanpa merasakan sakit seperti sebelumnya. Sejak saat itulah aku semakin memperbanyak sedekah, terlebih untuk program wakaf sosial umat islam. Setiap hari aku merasakan kenikmatan, keberkahan dan sehat wal afiat, baik pada harta maupun keluargaku. Aku nasehatkan kepada setiap orang yang sakit agar ia bersedekah dengan sesuatu yang paling berharga dari miliknya. Lakukan berkali-kali hingga Allah memberi kesembuhan sekalipun sekian persen. Aku persaksikan kepada Allah atas kebenaran kisahku, dan Allah sekali-kali tisak akan menyia-yiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.
Ada kisah lain yang disampaikan pelakunya langsung kepadaku. Ia berkata,” saudaraku pergi ke suatu tempat, ia berdiri di salah satu jalan, tiba-tiba ia jatuh pungsan padahal ia sebelumnya tidak pernah mengeluhkan apapun, seakan-akan ia terkena peluru nyasar dikepalanya. Kami mengira bahwa ia terkena ain atau kanker ganas, atau pendarahan di otak. Kami membawanya ke banyak rumah sakit., melakukan diagnosa dan penyinaran di kepalanya, akan tetapi hasilnya kepalanya normal-normal saja. Anehnya ia mengaduh kesakitan yang sangat dikepalanya, sehingga tidak bisa tidur dan tidak sehat beberapa lama. Jika sakit dikepalanya datang, ia bahkan tidak bisa bernafas apalagi berbicara. Aku bertanya kepadanya, ”apakah kamu punya uang untuk aku sedekahkan, barangkali Allah memberi kesembuhan kepadamu?” ia menjawab, ”ada.” Maka aku menarik uang dari ATM-nya sejumlah mendekati 7000 real. Aku menghubungi seorang shalih yang banyak mengenal orang-orang fakir agar orang tersebut dibagikan kepada mereka. Aku bersumpah Demi Allah Yang Maha Agung, ternyata saudaraku sembuh pada hari itu juga sebelum sedekah itu sampai ke tangan orang-orang fakir. Aku benar-benar yakin bahwa sedekah berpengaruh besar dalam kesembuhannya. Arang ini saudaraku sudah melewati satu tahun penuh sejak sakitnya, dan ia tidak mengeluhkan sakit di kepalanya sama sekali, alhamdulillah. Aku nasehatkan
kepada kaum muslimin agar mengobati orang-orang sakit mereka dengan sedekah.
Ada kisah lain, pelakunya menceritakan langsung kepadaku. Ia berkata, ”putriku mengeluhkan rasa sakit, demam dan panas tinggi. Ia tidak lagi mau makan. Aku mmbawanya ke beberapa klinik, tetapi panasnya tetap tidak berubah, bahkan kondisinya cenderung memburuk. Aku masuk rumah dengan bingung tidak tahu harus bagaimana. Istriku berkata kepadaku, ”mungkin kita harus bersedekah untuk kesembuhannya!” aku langsung mengontak seseorang yang memiliki kedekatan dengan orang-orang miskin. Aku katakan kepadanya,”saya harap anda mau shalat ashar di masjid untuk mengambil 20 kantong beras, 20 karton daging ayam kemudian membaginya kepada orang-orang yang membutuhkan.” saya bersumpah Demi Allah, selang 5 menit setelah saya menutup telepon, tiba-tiba putriku sudah berlari-lari, bermain, dan melompat-lompat di atas sofa. Ia makan hingga kenyang dan sembuh seratus persen dengan karunia Allah melalui ibadah sedekah. Aku wasiatkan kepada orang-orang agar memperhatikan sedekah untuk tiap penyakit.
Saudaraku, marilah! Pintu telah terbuka, bendera kesehatan berada didepanmu berkibar-kibar, maka rajinlah bersedekah, percayalah kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Perhatikanlah betapa obat mujarab ini dilalaikan, sehingga orang-orang enggan mengocek isi kantongnya kecuali sedikit untuk sedekah. Setelah itu ia berkeliling dari satu klinik ke klinik lainnya untuk mencari kesembuhan dengan mengeluarkan ribuan atau jutaan dari hartanya. Jika engkau telah mencoba obat ini dan sembuh, maka jadilah itu sebaik-baiknya orang yang menbantu orang lain dengan hartamu. Tidak hanya mencukupi diri dengan sedekah untuk sakitmu atau sakinya keluargamu saja. Jiak belum ditakdirkan kesembuhan, maka ketahuilah bahwa sejatinya engkau telah sembuh sekalipun beberapa persen. Ulangi dan ulangi lagi sedekah itu dan perbanyaklah sebatas kemampuanmu. Jika masih saja tidak sembuh, maka allah membuat lama rasa sakitmu karena ada hikmah yang Allah inginkan, atau mungkin juga maksiat yang engkau lakukan menghalangi kesembuhanmu. Bersegeralah bertaubat, perbanyak doa pada sepertiga malam terakhir.
Adapun anda wahai orang yang diberi nikmat sehat oleh Allah, maka jangan tinggalkan sedekah dengan dalih bahwa anda baik-baik saja. Sebagaimana orang sakit bisa sembuh, begitu pula orang sehat bisa sakit. Dikatakan pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Apakah anda akan menunggu sakit dulu kemudian baru bersedekah? Bersegeralah memperbanyak sedekah.Sedekah adalah ibadah yang besar pahalanya di sisi Allah.
Sumber : Oleh : SULAIMAN ABDULKARIM AL-MUFARRAJ
,Qiblati edisi 07/III, April 2008 M/ Rabi’ul Awwal – Rabi’uts Tsani 1429 H
Menurut pengalaman pasien
Penyakit di zaman ini telah menyebar dan bermacam-macam tidak mengenal tempat, waktu atau korban, bahkan sebagiannya sangat menyulitkan para dokter dalam mengobatinya, seperti kanker dan sejenisnya sekalipun ada terapi untuk itu. Allah tidak mengirim penyakit melainkan ada obatnya, akan tetapi belum diketahui obatnya karena sebuah hikmah yang agung yang diinginkan Allah SWT. Barangkali termasuk sebab terbesar dari berbagai macam penyakit ini adalah maksiat dan pelanggaran syariat yanh di lakukan terang-terangan tanpa tedeng aling-aling. Oleh sebab itulah beragam penyakit tersebut menyerang dan menjangkiti hamba, Allah SWT berfirman yang artinya :
“ Dan apa saja musibah yg menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura : 30)
Termasuk hikmah belum ditemukan obat atas sebagian penyakit adalah ujian Allah bagi hamba-hamba-Nya di dunia yang penuh musibah, bencana, dan penyakit. Ketika saya banyak pasien mengerang kesakitan, banyak orang yang membutuhkan pengobatan menahan derita mengetuk setiap pintu dan mengambil semua sebab, hanya saja mereka melewatkan pintu Rabb Al Arban, maka kaliamat ini saya hadiahkan kepada setiap yang sakit untuk meringankan rintihannya, menghilangkan keluh kesahnya, serta mengobati rasa sakitnya. Wahai anda yang sedang sakit yang sedang merana,wahai anda yang resah gelisah, wahai orang yang diuji dengan penyakit lagi buta, semoga keselamatan dilimpahkan pada anda seukuran hebatnya rintihan anda, sebanyak air mata anda yang tertumpah, semoga keselamatan dilimpahkan kepada anda sebanyak ungkapan duka nestapa yang keluar dari bibir anda.
Sakit ini telah memutus hubungan anda dari manusia, dari sehat menjadi sakit, manusia sedang tertawa sementara anda menagis menahan derita. Rasa sakit anda tidak bisa dialihkan sekalipun dengan tidur, betapa sangat anda mengharapkan kesembuhan walau beberapa besarnya biaya yang harus anda keluarkan.
Saudaraku yang sedang sakit, aku tidak ingin menambah lukamu menganga, justru aku ingin memberikan obat mujarab kepadamu. Aku ingin melihat engkau istirahat dengan tenang dengan izin Allah, dari kesakitan selama ini. Sesungguhnya obat yang kumaksud ada dalam sabda Rasulullah SAW yanh artinya :
“Obatilah orang – orang sakit diantaramu dengan sedekah” (HR. Baihaqi. Hadits ini di hasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’)
Benar saudaraku, sedekahlah obatnya, sedekah dengan niat mencari kesembuhan dari Allah. Mungkin engkau telah banyak bersedekah, akan tetapi semuanya tidak engkau niatkan agar Allah menyembuhkanmu dari sakit, karena itu cobalah sekarang juga, dan percayalah Allah akan memberi kesembuhan kepadamu, kenyangkan orang fakir, atau biayai anak yatim, atau dukunglah proyek sosial yang baik atau sedekah jariyah.
Sungguh sedekah itu bisa mengangkat segala penyakit, segala musibah dan malapetaka, banyak orang yang diberi petunjuk oleh Allah telah merasakan hal ini, mereka menemukan bahwa pengobatan rohani lebih mujarab daripada obat materi. Rasulullah SAW juga mengobati dengan doa-doa, demikian pula generasi salaf, mereka bersedekah sesuai dengan tingkat sakit dan musibah, mereka menginfaqkan sesuatu yang paling berharga dari milik mereka. Jangan pelit dan bakhil terhadap diri sendiri jika engkau memang memiliki harta dan kemudahan. Ingatlah kesempatan telah datang.
Dikisahkan bahwa ada seorang bertanya kepada Abdullah bin Al-Mubarak ra. Tentang sakit yang ia rasakan pada dua lututnya sejak tujuh tahun lalu. Ia telah berusaha mengobatinya dengan segala macam pengobatan, bertanya kepad apara dokter tetapi tidak berguna. Ibn Al-Mubarak berkata, “Coba kamu gali sumur, karena orang-orang membutuhkannya, aku mengharapkan air bersumber di sana, dan darah (sakit) yang kau derita sembuh karenanya.” Ia pun segera melakukannya, dan sembuh. (kisah ini disebutkan dalam ShahihAt-Targhib).
Dikisahkan ada seorang terserang kanker, ia berkeliling dunia mencari obatnya tetapi tidak berhasil juga, kemudian ia bersedekah kepada ibu anak-anak yatim, dan Allah pun memberi kesembuhan kepadanya.
Kisah lain diceritakan kepadaku oleh pelakunya sendiri. Ia mengatakan, ”Aku punya anak perempuan kecil, ia terserang penyakit ditenggorokannya. Aku membawanya ke rumah sakit dan telah banyak ku tanyakan kepada para dokter, tetapi semuanya tidak berguna. Penyakitnya semakin akut, bahkan hampir saja aku sakit karena sakitnya yang benar-benar membingungkan keluarga. Akhirnya kami hanya bisa memberinya suntikan untuk meringankan rasa sakit, dan kami pun berputus asa kecuali dari rahmat Allah. Suatu saat muncul harapan jalan keluar. Salah seorang shalih menghubungi kami, ia menyebutkan satu hasits Rasulullah SAW, “Obatilah orang sakitmu dengan sedekah.” Aku bilang kepadanya bahwa telah banyak sedekah yang aku keluarkan. Ia mengatakan, ”Bersedekahlah dengan niat untuk kesembuhan putrimu!” aku pun menuruti. Aku bersedekah dengan biasa-biasa saja kepada salah satu fakir miskin, tetapi tidak ada perubahan. Aku sampaikan hal itu kepadanya, ia mengatakan, ” anda termasuk orang berada, punya banyak harta, mestinya sedekah anda sebanding dengan kekayaan anda.” maka kali ini aku penuhi mobilku dengan deras, daging ayam, dan banyak mahal yang mahal nilainya, kemudian aku bagi-bagikan kepada banyak orang yang membutuhkan, mereka bergembira dengan pemberianku. Demi Allah, aku tidak pernah mengira sebelumnya bahwa suntikan terakhir yang diberikan kepada putriku adalah ketika diberikan kepadanya sebelum sedekahku. Ternyata putriku benar-benar sembuh- segala puji bagi Allah. Maka aku menjadi yakin bahwa sebab terbesar dari kesembuhan putriku adalah sedekah. Sekarang ini putriku telah melewati tiga tahun tahun tanpa merasakan sakit seperti sebelumnya. Sejak saat itulah aku semakin memperbanyak sedekah, terlebih untuk program wakaf sosial umat islam. Setiap hari aku merasakan kenikmatan, keberkahan dan sehat wal afiat, baik pada harta maupun keluargaku. Aku nasehatkan kepada setiap orang yang sakit agar ia bersedekah dengan sesuatu yang paling berharga dari miliknya. Lakukan berkali-kali hingga Allah memberi kesembuhan sekalipun sekian persen. Aku persaksikan kepada Allah atas kebenaran kisahku, dan Allah sekali-kali tisak akan menyia-yiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.
Ada kisah lain yang disampaikan pelakunya langsung kepadaku. Ia berkata,” saudaraku pergi ke suatu tempat, ia berdiri di salah satu jalan, tiba-tiba ia jatuh pungsan padahal ia sebelumnya tidak pernah mengeluhkan apapun, seakan-akan ia terkena peluru nyasar dikepalanya. Kami mengira bahwa ia terkena ain atau kanker ganas, atau pendarahan di otak. Kami membawanya ke banyak rumah sakit., melakukan diagnosa dan penyinaran di kepalanya, akan tetapi hasilnya kepalanya normal-normal saja. Anehnya ia mengaduh kesakitan yang sangat dikepalanya, sehingga tidak bisa tidur dan tidak sehat beberapa lama. Jika sakit dikepalanya datang, ia bahkan tidak bisa bernafas apalagi berbicara. Aku bertanya kepadanya, ”apakah kamu punya uang untuk aku sedekahkan, barangkali Allah memberi kesembuhan kepadamu?” ia menjawab, ”ada.” Maka aku menarik uang dari ATM-nya sejumlah mendekati 7000 real. Aku menghubungi seorang shalih yang banyak mengenal orang-orang fakir agar orang tersebut dibagikan kepada mereka. Aku bersumpah Demi Allah Yang Maha Agung, ternyata saudaraku sembuh pada hari itu juga sebelum sedekah itu sampai ke tangan orang-orang fakir. Aku benar-benar yakin bahwa sedekah berpengaruh besar dalam kesembuhannya. Arang ini saudaraku sudah melewati satu tahun penuh sejak sakitnya, dan ia tidak mengeluhkan sakit di kepalanya sama sekali, alhamdulillah. Aku nasehatkan
kepada kaum muslimin agar mengobati orang-orang sakit mereka dengan sedekah.
Ada kisah lain, pelakunya menceritakan langsung kepadaku. Ia berkata, ”putriku mengeluhkan rasa sakit, demam dan panas tinggi. Ia tidak lagi mau makan. Aku mmbawanya ke beberapa klinik, tetapi panasnya tetap tidak berubah, bahkan kondisinya cenderung memburuk. Aku masuk rumah dengan bingung tidak tahu harus bagaimana. Istriku berkata kepadaku, ”mungkin kita harus bersedekah untuk kesembuhannya!” aku langsung mengontak seseorang yang memiliki kedekatan dengan orang-orang miskin. Aku katakan kepadanya,”saya harap anda mau shalat ashar di masjid untuk mengambil 20 kantong beras, 20 karton daging ayam kemudian membaginya kepada orang-orang yang membutuhkan.” saya bersumpah Demi Allah, selang 5 menit setelah saya menutup telepon, tiba-tiba putriku sudah berlari-lari, bermain, dan melompat-lompat di atas sofa. Ia makan hingga kenyang dan sembuh seratus persen dengan karunia Allah melalui ibadah sedekah. Aku wasiatkan kepada orang-orang agar memperhatikan sedekah untuk tiap penyakit.
Saudaraku, marilah! Pintu telah terbuka, bendera kesehatan berada didepanmu berkibar-kibar, maka rajinlah bersedekah, percayalah kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Perhatikanlah betapa obat mujarab ini dilalaikan, sehingga orang-orang enggan mengocek isi kantongnya kecuali sedikit untuk sedekah. Setelah itu ia berkeliling dari satu klinik ke klinik lainnya untuk mencari kesembuhan dengan mengeluarkan ribuan atau jutaan dari hartanya. Jika engkau telah mencoba obat ini dan sembuh, maka jadilah itu sebaik-baiknya orang yang menbantu orang lain dengan hartamu. Tidak hanya mencukupi diri dengan sedekah untuk sakitmu atau sakinya keluargamu saja. Jiak belum ditakdirkan kesembuhan, maka ketahuilah bahwa sejatinya engkau telah sembuh sekalipun beberapa persen. Ulangi dan ulangi lagi sedekah itu dan perbanyaklah sebatas kemampuanmu. Jika masih saja tidak sembuh, maka allah membuat lama rasa sakitmu karena ada hikmah yang Allah inginkan, atau mungkin juga maksiat yang engkau lakukan menghalangi kesembuhanmu. Bersegeralah bertaubat, perbanyak doa pada sepertiga malam terakhir.
Adapun anda wahai orang yang diberi nikmat sehat oleh Allah, maka jangan tinggalkan sedekah dengan dalih bahwa anda baik-baik saja. Sebagaimana orang sakit bisa sembuh, begitu pula orang sehat bisa sakit. Dikatakan pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Apakah anda akan menunggu sakit dulu kemudian baru bersedekah? Bersegeralah memperbanyak sedekah.Sedekah adalah ibadah yang besar pahalanya di sisi Allah.
Sumber : Oleh : SULAIMAN ABDULKARIM AL-MUFARRAJ
,Qiblati edisi 07/III, April 2008 M/ Rabi’ul Awwal – Rabi’uts Tsani 1429 H
Langganan:
Postingan (Atom)